Minta Menyerahkan Diri, Keluarga Dorong Harun Masiku Jadi Justice Collaborator


“Kaget dan prihatin. Kami hanya bisa berdoa dan pasrah saja. Di mana keberadaan saudara saya, kami sama sekali tak tahu, maaf saya hanya bisa berkomentar seperti itu. Saya hanya berdoa untuk kebaikannya,” katanya seraya bergegas dengan alasan menjenguk keluarganya yang sakit di Rantepao, Minggu 18 Januari.

Sosok Harun

Siapa sesungguhnya Harun Masiku? Berdasar penelusuran FAJAR, Harun adalah alumnus SMPN 2 Watampone. Namanya tercatat dalam fotokopi sertifikat NEM SMP tahun pelajaran 1985–1986. Dia merupakan anak Johannes Masiku.

Dalam daftar nilai evaluasi belajar tahap akhir nasional (ebtanas) murni SMP, Harun mengikuti evaluasi tersebut pada 14 sampai 28 April 1986. Ada enam bidang studi yang telah diikuti. Yakni pendidikan moral Pancasila dengan nilai 8,23, bahasa Indonesia (7,06), ilmu pengetahuan alam (6,00), ilmu pengetahuan sosial (6,50), matematika (3,82), dan bahasa Inggris (4,68).

Saat itu ketua panitia ebtanas rayon SMP subrayon 22 adalah Palingrungi Abdullah. Namun, sejauh ini tidak ada lagi yang mengenal Harun di sekolah tersebut. Bahkan, tidak ada yang mengetahui bahwa dia terseret dalam sebuah kasus.

”Saya tidak tahu soal Harun Masiku. Sudah saya tanyakan ke beberapa teman, juga tidak ada yang tahu. Ternyata, setelah dicek, dia betul lulusan SMP Negeri 2 Watampone,” jelas Kepala Tata Usaha Hajra saat ditemui Fajar di sekolahnya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...