TNI AU Bina Chaerul Kembangkan Pesawat, Negara Siap Mendukung

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Apresiasi terus mengalir. Tak hanya dari TNI Angkatan Udara (AU), karya Chaerul juga menjadi perhatian istana.

Pria asal Pallameang, Pinrang, ini mendapat kesempatan langka. Dia diajak terbang oleh TNI AU di Lanud Halim Perdana Kusuma, Senin, 20 Januari.

Chaerul tampak tersenyum. Sejak pagi dia sudah ada di area Lanud. Menunggu arahan, untuk ikut terbang bersama jajaran perwira TNI AU. Ada Kadispen TNI AU, Marsekal Fajar Adriyanto yang turut mendampingi.

Pengalaman yang menurutnya sangat bersejarah. Baru kali ini dia naik di pesawat milik TNI. Apalagi, pesawatnya buatan dalam negeri, yakni CN 259. Baginya ini pengalaman yang luar biasa.

Kebetulan pesawat milik angkatan udara ini akan terbang selama 30 menit diatas langit Jakarta. Terbang dengan ketinggian 10.000 meter di atas permukaan laut.

“Senang sekali ini. Kaget juga, karena kan baru naik peswat ini. Alhamdulillah bisa lihat langsung peswat tentara,” ungkapnya kepada FAJAR.

Saat terbang, Chaerul pun dipersilakan masuk ke ruang kemudi pesawat. Berbincang bersama pilot dan kopilot. “Di mana gasnya ini?” tanya Chaerul yang dijawab senyum oleh pilot.

Pilot lalu menjelaskan beberapa komponen alat yang digunakan oleh pesawat tersebut. Chaerul pun senang, bisa mendapat kesempatan langka seperti ini. Baginya, apa yang dia alami tak pernah terbayang dalam benaknya. Bisa menikmati suasana kemudi pesawat terbang.

Chaerul juga diajak untuk melihat pusat perawatan pesawat hercules, CN, hingga Boeing milik TNI AU dan pejabat negara. Dia merasa takjub bisa melihat secara langsung komponen pesawat yang sebelumnya hanya dia lihat lewat Youtube.

Dia berjanji akan terus menyempurnakan inovasinya. Karyanya masih harus ditingkatkan, layaknya pesawat lain yang laik terbang. Makanya dia berharap dukungan dari semua pihak untuk mengembangkan karyanya.

Dibina TNI AU

Sementara Kadispen TNI AU, Marsekal Pertama Fajar Adriyanto akan membina Chaerul untuk mengembangkan bakatnya. Dia merasa kagum, ada montir yang mampu membuat pesawat dengan alat seadanya. Bahkan Chaerul berani menerbangkannya.

“Tak ada komponen ukuran kecepatan, hingga keamanan dalam penerbangan. Tetapi dengan tekadnya, Chaerul berani terbang. Dia betul-betul membuktikan diri dengan karyanya,” bebernya.

Selanjutnya, Chaerul bakal dimasukkan ke Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) oleh TNI AU. Dia akan dibina agar lebih mengerti tentang pesawat. “Kami harap pemuda lain bisa punya jiwa kedirgantaraan serupa seperti Chaerul,” tambahnya.

Pesawat Air

Chaerul dan rombongan juga bertemu dengan Kepala Staf Kepresidenan, Jendral (Purn) Moeldoko. Kata Chaerul dia sempat diperlihatkan konsep pesawat di atas air, yang bisa dikembangkan olehnya nanti.

Moeldoko mengatakan, apa yang dilakukan Chaerul patut diapresiasi. Sebab, sebagai manusia, dia menunjukkan tekad untuk mewujudkan apa yang menjadi cita-citanya dengan segala keterbatasan.

Dia menilai, sikap tersebut layak dijadikan teladan dan relevan dengan era yang serba kompetitif. “Saya berharap anak-anak muda Indonesia untuk tidak takut melakukan sesuatu,” ujarnya.

Terkait dukungan pemerintah terhadap obsesi Chaerul, Moeldoko menegaskan negara siap mendukung jika dilakukan pengembangan. Bahkan, lanjut dia, pihaknya sudah berdiskusi dengan Chaerul terkait peluangnya terlibat dalam industri penerbangan di Indonesia.

Moeldoko mengatakan, saat ini, Indonesia tengan melakukan pengembangan pesawat amfibi yang akan terbang 15 sampai 20 meter di atas permukaan laut. Bisa saja, Chaerul dilibatkan dalam tim. “Bisa kita ambil Pak Chaerul karena ketinggiannya tadi udah sama ketinggiannya antara 30 meter-lah,” ungkapnya

Unhas Dampingi

Rencananya, Chaerul akan kembali ke Makassar pada Kamis besok. Sepulangnya dari ibu kota dia juga diagendakan untuk bertemu dengan Rektor Unhas Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu.

“Ibu rektor sudah menunggu di Makassar. Setelah ini kami dari Teknik mesin juga akan membentuk tim untuk menyempurnakan karya Chaerul nantinya,” ungkap akdemisi Unhas, Rustan Tarakka yang juga ikut dalam rombongan. (ful/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...