Jaksa Tak Mampu Ungkap Asal-usul Senjata, Kivlan Zen Minta Hakim Tolak Dakwaan

Mayjen (purn) Kivlan Zen

FAJAR.CO.ID — Kivlan Zen didakwa terkait kasus kepemilikan senjata api. Namun, dia menilai, ada yang janggal dari kasusnya. Dia pun meminta agar majelis hakim menolak dakwaan jaksa penuntut umum (JPU).

Kivlan Zen menginginkan majelis hakim menegakkan keadilan dengan memutus bebas dirinya dari jeratan hukum.

“Hakim dapat mengambil keputusan yang adil dan menolak dakwaan serta membebaskan terdakwa dari pekara ini, menyatakan terdakwa dibebaskan dari penahanan setelah putusan ini diucapkan,” kata Kivlan membacakan nota keberatan atau eksepsi di PN Jakarta Pusat, Rabu (22/1/2020).

Mantan Kepala Staf Komando Strategi Angkatan Darat ini menilai, dakwaan JPU tidak menjelaskan rinci asal usul senjata api dan peluru yang didakwaan kepadanya. Oleh karena itu, purnawirawan TNI ini pun memandang dakwaan Jaksa tidak cermat.

“Tidak disebutkan dari mana asal peluru tajam, demikian juga terhadap empat senjata api oleh penuntut umum. Sehingga kebenaran memasukkan ke Indonesia atau keluar dari Indonesia tidak pernah dijelaskan sehingga tidak lengkap dakwaan tersebut,” tegas Kivlan.

Purnawirawan jenderal TNI bintang dua ini pun membantah, perbuatan yang dakwaan Jaksa terhadapnya. Dia mengaku tidak pernah memerintahkan Helmi Kurniawan alias Iwan untuk mencari senjata api ilegal untuk bertemu dengan Habil Marati.

Sebagaimana diketahui, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Kivlan Zen terlibat dalam kepemilikan empat pucuk senjata api dan 117 peluru ilegal. Empat senjata api itu terdiri dari pistol laras pendek jenis revolver merk Taurus kaliber 38 mm, pistol laras pendek jenis Mayer hitam kaliber 22 mm, pistol laras pendek jenis revolver kaliber 22 mm dan senjata api laras panjang rakitan kaliber 22 mm.

Komentar

Loading...