Makin Banyak Tentara AS Gegar Otak dari Serangan Rudal Iran

Tentara AS diterbangkan dari Irak ke fasilitas medis AS di Jerman dan Kuwait untuk evaluasi lebih lanjut dari gejala seperti gegar otak.

FAJAR.CO.ID — Jumlah tentara Amerika Serikat (AS) yang diterbangkan keluar dari Irak karena terindikasi cedera gegar otak akibat serangan rudal Iran pada 8 Januari lalu bertambah. Informasi terbaru ini diungkap para pejabat Pentagon.

Jumlah pasti tentara yang diterbangkan ke Jerman akibat cedera tidak jelas, tetapi para pejabat mengatakan jumlah tambahan itu sedikit. Para pejabat berbicara dengan syarat anonim karena detail informasi masih disortir. Pekan lalu, 11 tentara AS diterbangkan dari Irak ke fasilitas medis AS di Jerman dan Kuwait untuk evaluasi lebih lanjut dari gejala seperti gegar otak.

Juru bicara Komando Sentral (CENTCOM) AS Kapten Bill Urban mengonfirmasi evakuasi tambahan tentara Amerika. Namun, dia bungkam soal jumlah pasti tentara yang terluka oleh serangan rudal Iran di Pangkalan Udara Ain al-Asad di Irak. CENTCOM merupakan cabang militer Amerika yang bertanggung jawab atas operasi militer AS di seluruh Timur Tengah.

“Ketika perawatan medis dan evaluasi di lapangan berlanjut, anggota layanan tambahan telah diidentifikasi memiliki potensi cedera,” kata Urban pada Selasa malam, seperti dilansir dari AP, Rabu (22/1/2020).

“Anggota layanan ini—karena sangat hati-hati—telah dipindahkan ke Landstuhl, Jerman, untuk evaluasi lebih lanjut dan perawatan yang diperlukan berdasarkan rawat jalan. Mengingat sifat cedera yang sudah dicatat, ada kemungkinan cedera tambahan dapat diidentifikasi di masa depan,” ujarnya.

Komentar

Loading...