Makin Banyak Tentara AS Gegar Otak dari Serangan Rudal Iran

Rabu, 22 Januari 2020 15:14

Tentara AS diterbangkan dari Irak ke fasilitas medis AS di Jerman dan Kuwait untuk evaluasi lebih lanjut dari gejala sep...

Pada Selasa malam lalu, Presiden Donald Trump mengatakan dia telah diberitahu bahwa tidak ada orang Amerika yang terluka dalam serangan rudal Iran. Pertanyaan tentang korban di pihak Amerika adalah sangat penting pada saat itu karena hasil serangan rudal Iran dipandang memengaruhi keputusan AS tentang apakah akan membalas dan mengambil risiko perang yang lebih luas dengan Iran. Trump memilih untuk tidak membalas, dan ketegangan dengan Iran agak mereda.

Pada hari-hari setelah serangan Iran, skrining medis menentukan bahwa beberapa tentara Amerika yang berlindung selama serangan rudal tersebut menderita gejala seperti gegar otak. Tidak ada yang terbunuh dalam serangan di Pangkalan Udara Ain al-Asad di Irak barat. Serangan itu diluncurkan sebagai pembalasan atas serangan rudal via drone AS yang menewaskan Qassem Soleimani, jenderal militer paling kuat di Iran, pada 3 Januari di Bandara Internasional Baghdad. (APF/antara)

Komentar


VIDEO TERKINI