Penjelasan Logis Kajari Bone Soal Pembebasan Lahan Bandara Arung Palakka

0 Komentar

Kajari Bone, Eri Satriana. (FOTO: AGUNG PRAMONO/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, WATAMPONE — Polemik pembebasan lahan bandara Arung Palakka Bone sudah mengerucut. Enam warga yang belum dibayarkan bukan menolak, namun meminta harganya dinaikkan.

Kajari Bone, Eri Satriana, menegaskan, tidak ada upaya pengambilan paksa. Ini sudah sesuai perpres bahwa itu adalah pengadaan untuk kepentingan umum. Tata cara dan mekanisme dalam pembebasan itu sudah ditetapkan.

Kata dia, negara sudah melakukan negosiasi dan musyawarah. Negara juga sudah menetapkan harga melalui tim independen. “Secara konsep keadilan, ini sudah adil. Karena bukan pemerintah daerah yang menentukan, melainkan pihak ketiga,” katanya saat ditemui Rabu (22/1/2020).

Ayah dua anak itu menambahkan, konsinyasi sudah dilakukan. Dititipkan sesuai dengan bunyi UU. Sehingga pembangunan ini tidak terhalangi, nanti yang sudah ditetapkan tanahnya itu akan dilakukan pendekatan.

Sebenarnya masih bisa dicari solusi. Tentu jika melihat dengan kerangka luas bahwa pembangunan bandara ini akan menumbuhkan pembangunan ekonomi.

“Kita berharap ada musyawarah kembali. Namun secara hukum ini sudah selesai bahwa dititipkan di pengadilan,” jelas mantan Kajari Cimahi itu. (gun)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...