Sebulan Sejak Ditemukan Tertanam, Pupuk Ilegal 1,2 Ton Belum Ditemukan Pemiliknya

Ilustrasi

FAJAR.CO.ID,PANGKEP-– Puluhan pupuk ilegal yang ditemukan tertanam pada akhir 2019 lalu, hingga kini pemiliknya belum berhasil diungkap aparat kepolisian.

Sejumlah masyarakat menyayangkan lambannya upaya aparat kepolisian dalam menangkap pelaku penyalahgunaan pupuk ilegal di pulau terluar.

Pengurus Aliansi Masyarakat Peduli Bahari Indonesia (Ampibi) Nasruddin menyayangkan hingga kini aparat kepolisian belum berhasil menemukan pemilik 50 karung pupuk ilegal atau setara dengan 1,2 ton berat pupuk yang ditanam di Pulau Makaranganan.

“Ini pertama kalinya terjadi, ada barang ilegal yang diungkap, tetapi tidak ada pelaku yang diamankan,” ujarnya.

Tidak hanya Nasar, warga lainnya di Kecamatan Liukang Tangaya, Ramli menilai kinerja aparat kepolisian tidak serius dalam menangani kasus ilegal fishing di kepulauan Pangkep. “Sampai sekarang polisi belum membuka pemilik pupuk itu. Temuan ini aneh, barang dengan jumlah besar tanpa pemilik, polisi harus serius dan mencari pelaku dalam temuan kasus pupuk ilegal ini,” bebernya.

Terpisah, Kasat Polairud Polres Pangkep, Iptu Deki Marizaldi mengaku, hingga saat ini pihaknya masih kesulitan mencari pemilik dari 50 karung pupuk amonium nitrat asal Jerman itu.

“Masih tahap lidik, untuk saksi belum ada yang mau memberikan keterangannya, waktu kita dapatkan barang itu disaksikan oleh Kepala Dusun. Tetapi Kepala Dusun Pulau Makaranganan itu juga tidak tahu pasti siapa pemiliknya,” jelasnya.(fit)

KONTEN BERSPONSOR

Komentar