Wali Kota Pekerja

0 Komentar

Oleh: Hasrullah

FAJAR.CO.ID– Sangat menarik statement politisi Partai Demokrat, Nikmatullah yang menyatakan Kota Makassar membutuhkan Walikota anyg dapat bekerja. Hal tersebut disampaikan pada acara Diskusi Forum Dosen Kamis lalu,  18 Januari 2020.

Protes dan kritikan tajam dialamatkan kepada petarung politik untuk meraih kursi kekuasaan di kota Makassar berdasarkan kenyataan dilapangan masalah penyakit kota seperti : kemacetan dan banjir menjadi masalah utama yang harus segera dituntaskan.

Bahkan Nikmatullah sudah resah dan tidak nyaman dengan waktu panjang yang dihabiskan sampai 1,5 jam dari kantor DPRD Sulsel ke lokasi kediaman Jl. Cendrawasi.

Penyakit kota kemacetan dan banjir untuk keluar dari kotak pandora maka yang dibutuhkan tidak hanya : VISI, MISI dan GIZI. Walaupun ketiga faktor yang menentukan, pemilih yang “hebat” belum tentu bisa bekerja dan mengelola kemacetan dan banjir. Ikon Makassar selalu disetarakan Kota Dunia, namun ketika melihat realitasnya, ternyata Kota Makassar tidak seindah slogan yang menjadi landmark pemimpinnya.

Alhasil, keluar penyakit kronis kota, maka ada baiknya kita memilih sosok yang berkarakter risk taker. Pemimpin yang berani mengambil keputusan yang tepat dan strategi walaupun berisiko. Pemimpin seperti ini  berani tidak populer untuk program seperti banjir dan macet. Misalnya, berani memprioritas anggaran yang cukup besar untuk kepentingan publik, serta punya nyali dan berani untuk mengevaluasi diri sebagai wali kota terpilih.

Berani menyatakan di depan rakyatnya, dengan janji pasti; masalah banjir dan kemacetan saya akan bekerja secara maksimal, jika 2 tahun tidak ada perubahan, saya akan sadar memberi kesempatan kepada pemimpin yang lebih dari saya (baca ; mundur). 

Kedua tekad yang beraroma risk taker, setidaknya memacu kerja untuk menyelesaikan penyakit kota yang sudah menahun. Pertanyaan sekarang. Adakah petarung politik yang sementara berkeinginan maju di Pilwalkot Makassar? Dalam situasi masing-masing kandidat sedang menunggu keputusan untuk diusung partai politik.

Tapi yang digelisahkan Nikmatullah sebagai wakil rakyat yang mendambakan wali kota yang kuat bekerja sangatlah dinantikan sebagai sosok pemimpin berwatak bekerja dan mau mengambil resiko. Tujuannya adalah untuk memperbaiki kualitas kota dari sektor infrastruktur. Yang terpenting adalah Wali kota yang terpilih 2020 adalah wali kota untuk gemar bekerja dan mau turun kebawah melihat realita kota Makassar sesungguhnya. 

Walikota  hebat-jago bukan saja pada pemaparan visi dan misi, serta membangun mimpi yang ditawarkan dalam berpidato. Saatnya kita memilih pemimpin pekerja. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...