13 Anggota Brimob Kompi A Polman Terbukti Menembak

0 Komentar

Sebanyak 13 personel Brimob Batalyon Kompi A Polewali Mandar yang melakukan aksi kobi menjalani pemeriksaan, Selasa, 21 Januari.

FAJAR.CO.ID, MAMUJU – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menilai aksi kobi Brimob Batalyon Kompi A Polewali Mandar, yang menembak secara membabi buta di wisata permandian Salu Paja’an sebagai sikap yang berlebihan alias overacting.

Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Benedictus Bambang Nurhadi menegaskan polisi sebagai pengayom masyarakat tidak seharusnya arogan. Jika ada peristiwa pelanggaran hukum silakan tempuh prosedur hukum, jangan main hakim sendiri.

Dia mencermati kronologis kejadiannya, oknum brimob (Komandan Kompi, Ipda Ojan Prabowo) dinilai kebablasan menghadapi masalah. Apalagi sampai memanggil pasukan khusus ke lokasi dengan alasan disandera.

“Karena informasinya ada pengeroyokan kemudian menyampaikan ke markas untuk meminta bantuan. Seharusnya dibawa aja ke Polres kan atau melapor ke polsek terdekat,” katanya.

Aksi koboi itu, kata dia, kemungkinan adalah ingin membela korps. Sayangnya itu dilakukan berlebihan dan menyalahi prosedur.

“Istilahnya kalau membela korps sah-sah saja, sampai ke tindakan overacting tidak cocok. Menggunakan senjata menggunakan peluru itu kan menggunakan anggaran,” kata Benedictus saat dihubungi FAJAR, Rabu, 22 Januari.

Diapun berharap Polda Sulbar transparan ke publik penanganan masalah ini. Terkhusus ke Propam Polda Sulbar agar memberi sanksi yang tegas sesuai aturan yang berlaku.

“Penanganannya harus transparan ke publik demi citra kepolisian. Prosesnya tetap dijalankan kalau perlu ditingkatkan ke sidang,” katanya.

Meskipun sudah damai antara korban warga dengan oknum brimob, dia berharap hal itu tidak mengurangi sanski kepada oknum Brimob yang melamggar disiplin dan etik.

“Kalau sudah dilakukan perdamaian atau mediasi itu silahkan saja tetapi apakah itu menghilangkan pelanggaran, tidak kan,” jelasnya.

Sebanyak 41 personel Brimob Polman yang terlibat aksi koboi tiba di Markas Polda Sulbar di Mamuju, Selasa 21 Januari. Mereka langsung ditempatkan di ruangan khusus dan menjalani pemeriksaan selama tiga jam oleh Propam Polda Sulbar.

“Semalam Anggota Brimob yang bermasalah di Polman sudah kami periksa dan kesimpulannya 13 di antaranya dimasukkan ke tempat khusus,” ujar Karo Ops Polda Sulbar, Kombes Moch Noor Subchan.

Sementara yang lain tidak terbukti menembak ke udara sudah kembali ke markas di Polman. Sementara 13 orang yang menjalani pemeriksaan lanjutan diduga melanggar Undang-undang Nomor 2/2003 tentang Disiplin Anggota Polri. Yakni melakukan tindakan yang dapat menurunkan kehormatan, martabat Negara, Pemerintah, atau Polri.

Kabid Propam Polda Sulbar, AKBP Rivai Arvan menambahkan dari hasil pemeriksaan ditemukan pemicu masalah ini. Oknum Brimob, Ipda Ojan adalah biang kerok. “Anggota yang mulai memukul, tidak terima masyarakat kemudian melakukan pengeroyokan,” katanya.

Aksi brutal oknum anggota Brimob di kawasan wisata Salu Paja’an, Kecamatan Binuang, Polman itu dipastikan akan lanjut ke persidangan. Kata Arvan, personel Propam masih di Polman meminta kesaksian warga.

Untuk sanksinya, kata dia, bisa dihukum dengan penempatan ditempat khusus sesuai waktu yang ditentukan, kemudian bisa menjadi catatan untuk tidak mengikuti pendidikan serta penundaan gaji selama satu bulan. (rul/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...