Gubernur NA Harap Ikatan Cendekiawan Keraton Nusantara Satukan Pemangku Adat


FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Nurdin Abdullah dalam kapasitas sebagai Gubernur Sulsel menegaskan, tidak akan mendukung orang per orang untuk menjadi ketua adat, kedatuan atau raja. Tugasnya menyatukan semua komponen.

“Tugas saya menyatukan semua komponen. Kalau ada selisih paham antara pemangku adat, saya tidak mendukung satu di antaranya. Baiknya duduk bersama dulu antara pemangku adat,” jelas Nurdin Abdullah pada saat menerima rombongan Kedatuan Sidenreng, Sidrap di Rumah Jabatan, Kamis 23 Januari 2020.

Nurdin Abdullah menerima pengaduan Kedatuan Sidenreng tentang perpecahan karena perebutan jabatan sebagai kedatuan.

Pada kesempatan itu, Nurdin Abdullah mengingatkan untuk menentukan pemangku adat, kedatuan, dan raja di daerah-daerah harus mengikuti tatacara yang diakui dan hidup di daerah itu.

“Dudukkan sesuai dengan porsinya. Kalau kita rekayasa adat kita akan kehilangan reputasi. Kalau di Sidrap ada delapan pemangku adat yang akan menentukan keturunan yang berhak menjadi Datu,” jelas Raja ke-37 Bantaeng

Nurdin Abdullah meminta kepada Ikatan Cendekiawan Keraton Nusantara (ICKN) untuk menyatukan kelompok yang terpecah karena perebutan jabatan adat.

“Kita diangkat berdasarkan keturunan. Bukan karena kekuatan dan kekuasaan. Jangan main-mainkan adat. Kalau kita rekayasa akan terpulang ke yang bersangkutan dan rakyat banyak dampak negatifnya,” jelas Nurdin Abdullah.

Menurut Nurdin Abdullah, raja, datu, dan pemangku adat kalau bersatu, ini akan menjadi sebuah kekuatan besar untuk memajukan Sulsel. (*/fajar)

Komentar

Loading...