Masih Ingat Ponari? Pemilik Batu “Ajaib” Itu Sebentar Lagi Menikah

SEGERA MENIKAH: Ponari dan Zuroh, perempuan yang dilamarnya pada 11 Januari lalu. (I’IED RAHMAT RIFADIN/JAWA POS)

Mbah Legi tak punya pikiran aneh-aneh. Dia meminta Ponari segera mandi. Malamnya, batu yang dibawa cucunya tersebut dia buang dengan dilemparkan begitu saja ke kebun kosong di depan rumah. ’’Lha kok ndilalah, paginya batunya ada di meja makan lagi,’’ ungkap Mbah Legi.

Sejak saat itu, batu milik Ponari tersebut menjadi bahan pembicaraan di dusun mereka. Hingga suatu saat, salah seorang tetangga yang jatuh sakit dan tak sembuh-sembuh meminta bantuan untuk minum air yang sudah dicelupi batu milik Ponari tersebut. ’’Lha kok ternyata sembuh. Padahal, berobat ke mana-mana ndak sembuh,’’ ucap Mbah Legi.

Sejak saat itu, ramai orang datang. Mereka berbondong-bondong minta disembuhkan dengan air yang sudah dicelupi batu itu. Lama-kelamaan, yang datang bukan hanya warga desa setempat, tetapi dari mana-mana.

Lambat laun, jumlah pasien Ponari membeludak. Bukan lagi puluhan atau ratusan, tetapi sampai ribuan orang. Media-media massa nasional pun ikut meliput fenomena itu. ’’Ndak tahu juga waktu itu kok bisa tiba-tiba ramai kayak gitu,’’ katanya.

Hingga saat ini, masih ada pasien yang datang untuk minta disembuhkan. Namun, jumlahnya sudah jauh menurun. ’’Seminggu kadang ada 2–3 tamu yang datang. Tetapi, kadang juga nggak ada sama sekali,’’ ucap ibu Ponari, Mukaromah.

Ponari mengaku tidak ingat sama sekali kejadian yang dia alami 11 tahun silam tersebut. Gegernya negeri ini gara-gara batu yang dia temukan itu juga tidak ikut membuatnya menikmati ketenaran. Yang dia tahu, saat itu setiap hari tubuhnya terlalu lelah gara-gara meladeni ribuan pasien yang datang ke rumahnya. ’’Saya kayak ndak sadar waktu itu,’’ ungkapnya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...