Masih Ingat Ponari? Pemilik Batu “Ajaib” Itu Sebentar Lagi Menikah

SEGERA MENIKAH: Ponari dan Zuroh, perempuan yang dilamarnya pada 11 Januari lalu. (I’IED RAHMAT RIFADIN/JAWA POS)

Ponari menyebutkan, hidupnya saat ini jauh lebih nyaman. Setelah hiruk pikuk tentang batu itu berakhir, dia bisa menjalani hidup sebagaimana teman-teman sebayanya di desa.

Subandi, salah seorang tetangga, mengungkapkan, Ponari bisa kembali bersosialisasi dengan warga setelah gonjang-ganjing batu itu mereda. ’’Ya, kadang begadang juga sama anak-anak muda sini,’’ ujarnya.

Dia menambahkan, warga setempat turut mendapat imbas pada masa ketenaran Ponari. Denyut ekonomi desa berjalan begitu cepat. ’’Pas itu jualan apa saja yo rame,’’ ucap Subandi.

Selain itu, keluarga Ponari dikenal murah hati. Tidak segan menyalurkan sebagian uang hasil pemberian pasien yang mereka terima untuk desa. Subandi menceritakan, musala yang berdiri di barat rumahnya dibangun dengan uang dari Ponari. Begitu pun perbaikan jembatan menuju dusun. ’’Kalau ke sini tadi di pinggir jalan ada masjid besar. Itu juga biaya renovasinya dari Ponari,’’ tambahnya.

Untuk mengabadikan peristiwa yang membuat desa mereka terkenal itu, warga menamai gapura menuju rumah Ponari dengan sebutan Gang Ponari. Ada empat gang di desa tersebut yang diberi nama Gang Ponari.

Sementara itu, setelah pasiennya tak lagi banyak, Ponari melanjutkan pendidikan. Dia kini telah menamatkan sekolah kejar paket B setara SMP. Ponari beberapa tahun lalu juga sempat tinggal di Sidoarjo bersama sejumlah temannya. Mereka bekerja di pabrik kerupuk. ’’Baru tiga hari kerja sudah ndak kerasan. Akhirnya pulang lagi ke Jombang,’’ ungkapnya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...