Rekrutmen PPPK Dibuka, Honorer Tenaga Teknis Menuntut Diakomodasi

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Rencana pemerintah membuka rekrutmen PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) menimbulkan tanya di kalangan honorer K2. Mereka bertanya-tanya apakah formasinya akan sama dengan rekrutmen PPPK tahap satu pada Februari 2019.

Sebab, saat itu yang direkrut hanya guru, tenaga kesehatan, dan penyuluh. Sedangkan tenaga teknis lainnya yang berada di lintas instansi tidak ada.

“Apakah dalam rekrutmen PPPK tahap dua hanya untuk guru dan tenaga kesehatan serta penyuluh? Bagaimana dengan kami tenaga teknis lainnya,” kata Ketua Forum Honorer K2 Tenaga Administrasi (FHK2TA) Adi Mulyadi kepada JPNN.com (grup fajar.co.id), Kamis (23/1).

Dia menyebutkan, sampai saat ini ada 200-an ribu tenaga teknis lainnya yang menunggu kebijakan pemerintah. Ada ketakutan bila, mereka tidak diakomodir baik dalam rekrutmen CPNS maupun PPPK.

“Kalau diberikan formasi, akan ada anggota kami yang ikut karena saat ini harapan jadi PNS makin tipis,” ujarnya.

Senada itu, Joko Laksono, honorer K2 Kota Bekasi ini sebenarnya ingin mengikuti tes PPPK. Namun, tidak ada formasi bagi tenaga teknis lainnya.

Kondisi ini menurut Joko tidak hanya terjadi di Bekasi tetapi juga daerah lain. Joko menyayangkan harusnya pusat tidak membatasi formasinya dan diserahkan kepada Pemda

“Kan Pemda yang paham soal kebutuhan pegawai. Kami honorer K2 ada di lintas instansi, kenapa cuma guru yang selalu diutamakan,” serunya.

Kritikan juga disampaikan Arfi, koordinator honorer K2 Sumatera Utara. Sejatinya, mereka berjuang untuk mendapatkan status PNS. Namun, melihat kondisi honorer K2 banyak yang sudah lanjut usia, alangkah naifnya bila memaksa mereka menunggu regulasi jadi PNS.

“Egois bila kami memaksakan seluruh anggota bertahan menunggu regulasi PNS. Sementara belum tahu kapan regulasinya turun. Yang sudah di depan mata kan PPPK, jadi bagi yang ingin ikut disilakan,” terangnya.

Arfi juga meminta pemerintah mengakomodir tenaga teknis lainnya dalam formasi PPPK 2020. Berikan mereka kesempatan ikut tes karena masa pengabdiannya juga belasan hingga puluhan tahun. (jpnn/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...