Jutaan Rakyat Irak Tuntut Militer AS Hengkang


FAJAR.CO.ID, BAGHDAD– Jutaan rakyat Irak diperkirakan akan aksi besar-besaran menentang kehadiran militer AS, Jumat, 24 Januari.

Gelombang kemarahan rakyat Irak membesar setelah pertemuan antara Presiden Irak Barham Salih dengan Presiden AS Donald Trump.

Kelompok perlawanan dan gerakan politik telah mendukung demonstrasi massa ini. Aksi menyerukan pengusiran tentara AS dan sekutunya dari Irak sudah berlangsung beberapa hari terakhir setelah parlemen Irak memberikan suara mendukung resolusi yang menyerukan pengusiran semua pasukan pimpinan AS.

Permintaan penarikan pasukan AS meningkat setelah Letnan Jenderal Soleimani dibunuh, bersama anggota senior Unit Mobilisasi Populer Irak (PMU) Abu Mahdi Al Muhandis pada Jumat pagi 3 Januari di bandara Internasional Baghdad.

Juru bicara Gerakan Sadr Salah al-Ubaidi mengatakan demonstrasi akan diadakan di persimpangan Universitas Baghdad di lingkungan Jadriyah, menurut media Irak. Dia juga tidak mengesampingkan partisipasi Sadr dalam acara tersebut.

Ulama Syiah Irak Muqtada al-Sadr menuntut agar rakyat Irak melakukan pawai menentang kehadiran militer AS di negara itu, beberapa hari setelah parlemen Irak memberikan suara untuk mengusir pasukan Amerika menyusul operasi pembunuhan oleh Washington di tanah Irak.

Mohamed Mohie, juru bicara Kata’ib Hezbollah yang merupakan bagian dari PMU Irak atau Hashd al-Sha’abi, menggarisbawahi pentingnya pawai massal untuk memperkuat resolusi parlemen.

Nasser al-Shammari, wakil sekretaris jenderal Brigade al-Naujaba mengatakan, aksi massa ini belum pernah terjadi sebelumnya. “Itu akan menyalakan kembali api perlawanan yang tidak akan mati sampai kita mengusir mereka semua (pasukan AS) dari Irak. Ini adalah kehendak rakyat Irak dan parlemen,” katanya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...