Kecurigaan Komisi III DPR soal Sikap Menkumham pada Kasus Harun Masiku


FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Anggota Komisi III DPR, Benny K Harman menduga ada upaya menghalang-halangi penuntasan kasus di Komisi Pemberantasan Korupsi (‎KPK) terkait Harun Masiku. Sebab, adanya stetmen yang berbeda antara Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Ronny Sompie dan Menkumham Yasonna H Laoly.

“Bahwa pemerintah Menkumham dan Dirjen Imigrasi telah mengambil posisi sebagai bagian dari upaya untuk menghalangi-halangi pemeriksaan terhadap Harun,” ujar Benny kepada wartawan Jumat (24/1).

Oleh sebab itu, kata Benny, Yasonna perlu menjelaskan mengenai masalah tersebut. Sehingga tidak ada anggapan bahwa Yasonna menghalang-halangi penuntasan kasus Harun Masiku. “Maka kita meminta Kemenkumham dan Dirjen Imigrasi untuk melakukan klarifikasi,” katanya.

Politikus Partai Demokrat ini menuturkan, akan adanya opini-opini yang buruk tentang Yasonna Laoly terkait kasus Harun Masiku. “Apabila tidak ada penjelasan yang tuntas Kemenkumham maka mereka bukan tidak mungkin dikategorikan sebagai perbuatan menghalangi upaya pemberantasan korupsi dan itu adalah bagian dari obstruction of justice,” tambahnya.

Sebelumnya, Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), Ronny Sompie mengatakan Harun Masiku telah berada di Indonesia sejak Selasa (7/1) lalu. Harun yang merupakan buronan lembaga itu melintas masuk ke Jakarta melalui Bandara Soekarno Hatta menggunakan pesawat Batik Air.

“Saya telah memerintahkan kepada Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Bandara Soetta dan Direktur Sistem Informasi dan Teknologi Keimigrasan Ditjen Imigrasi untuk melakukan pendalaman terhadap adanya delay time dalam pemrosesan data perlintasan di Terminal 2 F Bandara Soetta, ketika Harun Masiku melintas masuk,” kata Ronny Sompie.

Komentar

Loading...