Memaknai Tahun Baru Imlek 2571

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, DENPASAR– Tahun Baru Imlek merupakan perayaan terpenting setiap orang Tionghoa. Perayaannya pun dimulai pada hari pertama bulan pertama di penanggalan Tionghoa, dan berakhir dengan perayaan Cap Go Meh pada tanggal ke-15 saat bulan purnama.

Sehingga selama hari suci tersebut, umat Khonghucu ada baiknya melakukan persembahyangan ke leluhur dan bersilaturahmi dengan sanak keluarga.

Seperti diungkapkan Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) Provinsi Bali GS Adinatha, Tahun Baru Imlek semestinya dimaknai dan dilakukan dengan khusuk umat Khonghucu. Selain itu, di Tiongkok, adat dan tradisi wilayah yang berkaitan dengan perayaan Tahun Baru Imlek sangat beragam, begitu juga dengan yang ada di Bali. Pelaksanaannya dilakukan dengan menyelaraskan sesuai adat istiadat yang ada.

Pelaksanaan Tahun Baru Imlek 2571 ini, rentetannya dimulai dengan membersihkan patung dan peralatan persiapan sembahyang yang ada di Vihara. Persiapan untuk Imlek sebenarnya sangat baik dilakukan sejak minggu sebelumnya, sehingga diketahui betul apa saja yang masih kurang. Terpenting supaya benar-benar bisa dilakukan dengan niat dan ketulusan dari dalam diri sendiri.

Imlek juga dilakukan beragam. Seandainya memang tidak ada kegiatan yang khusus dilakukan, setidaknya bersembahyang tetap dijalankan. Kemudian bersilaturahmi dengan keluarga, dengan tujuan saling memohon maaf jika ada kesalahan yang dilakukan dalam setahun. Kemudian untuk menyongsong tahun berikutnya, supaya lebih baik lagi dengan pikiran dan jiwa yang jernih.

“Karena meski perayaan Imlek dilakukan dengan bersembahyang keliling kemana-mana, namun jika pikiran tidak jernih, maka semua itu akan sia-sia,” ucapnya.

Lebih lanjut dijelaskan, dalam melaksanakan Hari Suci Imlek tidak ada ketentuan untuk melakukan sembahyang, hanya saja itu sesuai keinginan dan niat umat sendiri. Begitu juga dengan pelaksanaannya, ada yang memaknai dengan puasa dan bersembahyang keliling di beberapa Vihara.

Sebab seperti diungkapkannya, semua itu adalah cara setiap umat dan masing-masing kesadaran diri seseorang. “Maka semuanya sah-sah saja sejauh itu tidak menyimpang dari tatanan ajaran agama. Karena yang ada hanyalah cinta kasih, dan rasa kebahagiaan dalam merayakan Tahun Baru Imlek. Selamat Tahun Baru imlek 2571,” pungkasnya. (jpc/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...