Dua Orang Suspect Virus Korona di Bali

Anak-anak memakai masker untuk mencegah penularan virus corona baru di Stasiun Kereta Cepat Hong Kong West Kowloon di Hong Kong, China, Kamis (23/1/2020). Foto: REUTERS/Tyrone Siu/wsj/cfo

FAJAR.CO.ID,BALI– Pemerintah terus memantau wabah virus korona. Fokusnya diarahkan kepada orang-orang yang baru datang dari Tiongkok.

Kemarin (24/1) empat orang diperiksa karena mengalami gejala-gejala mirip penderita virus bernama lengkap 2019-novel coronavirus (2019-nCoV) tersebut.

Satu orang dirawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso Jakarta. Tiga lainnya berada di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, Bali.

Jawa Pos mendatangi RSPI kemarin. Satu pasien perempuan itu berada di ruang isolasi. Tidak ada yang boleh masuk, kecuali petugas medis.

Direktur Medik dan Perawatan RSPI dr Diany Kusumawardhani SpA menjelaskan, kondisi pasien tersebut stabil. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan negatif. Artinya, pasien itu tidak terserang virus korona. Meski demikian, pihak RS masih melakukan pemantauan.

”Memang yang harus mendapat perhatian khusus adalah pasien yang mengalami demam, batuk, dan sesak napas. Kemudian ada riwayat perjalanan dari Tiongkok,” ungkapnya. Pasien tersebut memang sebelumnya melakukan perjalanan ke Tiongkok.

Sementara itu, Jawa Pos Radar Bali melaporkan, tiga turis yang dinyatakan suspect diobservasi di ruang isolasi RSUP Sanglah pada Rabu (22/1). Mereka terdiri atas seorang warga Meksiko dan dua anak asal Tiongkok berusia 3,5 tahun dan 6 tahun.

Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Sanglah dr I Ketut Sudartana kemarin menjelaskan, para pasien itu datang sendiri ke RS Sanglah. Untuk mengantisipasi persebaran virus korona, mereka dirawat di ruang Nusa Indah (ruang isolasi).

Komentar

Loading...