Dua Orang Suspect Virus Korona di Bali

Anak-anak memakai masker untuk mencegah penularan virus corona baru di Stasiun Kereta Cepat Hong Kong West Kowloon di Hong Kong, China, Kamis (23/1/2020). Foto: REUTERS/Tyrone Siu/wsj/cfo

Kondisi tiga pasien tersebut, ungkap Sudartana, sudah membaik. Suhu tubuh mereka sekitar 37 derajat Celsius, dalam kondisi sadar, dan tidak ditemukan masalah medis yang signifikan.

Pihaknya sudah memberikan obat penurun panas dan obat batuk sesuai dengan keluhan. Berdasar hasil pemeriksaan, WNA asal Meksiko tersebut dinyatakan negatif virus korona dan hari ini boleh pulang. Sedangkan dua pasien yang merupakan kakak beradik itu masih dirawat.

Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Bali dr Ketut Suarjaya memilih berhati-hati mengomentari kasus suspect virus korona di RSUP Sanglah.

Dia tak ingin membuat publik merasa resah. Apalagi, menurut dia, banyak gejala yang mirip dengan pneumonia. Namun, Suarjaya membantah jika ada yang mengatakan bahwa virus korona bisa menular lewat kelelawar atau ular.

Menurut dia, harus ada penelitian untuk mengetahui kebenaran informasi tersebut. ”Itu (penularan dari kelelawar atau ular, Red) meragukan. Tidak ada bukti ilmiah,” jelasnya.

Ketua Bali Board Tourism (BTB) Ida Bagus Agung Partha Adnyana mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi dari agen perjalanan tentang pembatalan penerbangan rute Bali–Wuhan, terutama untuk pesawat carter. Disebutkan, penerbangan dari Kota Wuhan ke Bali ditutup sampai masalah korona ini selesai.

Penutupan berdasar Notam G0108/20 yang diterbitkan International Notam Office Beijing.

”Kami di Bandara Ngurah Rai mengikuti seruan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Bahwa Bandara Ngurah Rai juga tidak melakukan penerbangan sementara ke Kota Wuhan,” jelas Arie Ahsanurrohim, communication and legal manager Angkasa Pura I Bandara Ngurah Rai, kemarin.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...