Dua Orang Suspect Virus Korona di Bali

Anak-anak memakai masker untuk mencegah penularan virus corona baru di Stasiun Kereta Cepat Hong Kong West Kowloon di Hong Kong, China, Kamis (23/1/2020). Foto: REUTERS/Tyrone Siu/wsj/cfo

Saat ini ada dua maskapai yang memiliki rute ke Kota Wuhan, yakni Sriwijaya Air dan Lion Air. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B. Pramesti menyampaikan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan melakukan antisipasi persebaran virus korona melalui jalur penerbangan.

”Kami telah berkoordinasi intensif dengan seluruh maskapai di Indonesia,” ucap Polana dalam siaran persnya kemarin.

Polana menambahkan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah mengeluarkan surat edaran melalui direktur keamanan penerbangan bernomor SE.001/DKP/I/ 2020 tanggal 20 Januari 2020. Isinya menyangkut beberapa hal.

Pertama, agar maskapai melengkapi kartu general declaration (gendec) untuk diberikan kepada petugas karantina kesehatan di bandara kedatangan. Kedua, melapor kepada petugas lalu lintas udara yang bertugas apabila terdapat penumpang yang diduga terpapar virus korona.

”Memberikan kartu kewaspadaan kesehatan sebelum kedatangan untuk penerbangan yang berasal dari negara terjangkit,” ungkapnya. Selain itu, maskapai harus memberikan pengumuman di dalam pesawat agar penumpang melapor kepada petugas KKP pada saat kedatangan bila berasal atau pernah singgah di negara terjangkit.

Informasi melalui Notam G0108/20 menyampaikan bahwa Bandar Udara Internasional Tianhe Wuhan tidak dapat digunakan sebagai bandara yang disinggahi, kecuali untuk penerbangan kondisi darurat. Pengumuman itu berlaku mulai 23 Januari pukul 11.00 UTC (18.00 WIB) sampai 2 Februari pukul 15.59 UTC (22.59 WIB). ”Penerbangan dari Indonesia menuju Kota Wuhan akan dialihkan ke kota lain di Tiongkok,” ujar Polana.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...