Dua Orang Suspect Virus Korona di Bali

Anak-anak memakai masker untuk mencegah penularan virus corona baru di Stasiun Kereta Cepat Hong Kong West Kowloon di Hong Kong, China, Kamis (23/1/2020). Foto: REUTERS/Tyrone Siu/wsj/cfo

Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Ahmad mengatakan, pihaknya bersama KKP melakukan pengetatan pemeriksaan penumpang di pelabuhan melalui pemasangan thermal scanner. Selain itu, Dirjen Hubla meminta jajarannya di pelabuhan melakukan identifikasi pelayaran dari Tiongkok. Jika ada kapal masuk dari Tiongkok, seluruh petugas harus mengenakan masker. Terlebih saat memasuki libur Tahun Baru Imlek. Kewaspadaan terhadap penumpang dan kapal yang datang dari Tiongkok, menurut Ahmad, patut ditingkatkan.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro menjelaskan, pihaknya patuh terhadap notam yang dikeluarkan pemerintah. Kendati demikian, maskapai berlogo singa itu masih harus melakukan perjalanan dari Denpasar menuju Bandara Internasional Tianhe Wuhan di Distrik Huangpi, Provinsi Hubei, Tiongkok. Pasalnya, penerbangan yang dilayani merupakan penerbangan carter.

Bakal ada dua penerbangan Denpasar–Wuhan yang beroperasi pada 24 dan 26 Januari 2020. Penerbangan itu hanya pemulangan dengan membawa tamu atau penumpang yang masih berada di Bali.

Sementara itu, penerbangan Wuhan–Denpasar hanya merupakan ferry flight, hanya membawa kru dan tidak melayani tamu atau penumpang. Hal tersebut sesuai dengan notam di Wuhan bahwa status bandar udara hanya diperbolehkan melayani kedatangan (arrival).

Sedangkan keberangkatan (departure) tidak boleh membawa penumpang. ”Lion Air sudah menginformasikan kepada seluruh tamu atas perubahan dan pembatalan penerbangan pada rute yang terkena dampak,” ujarnya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...