Anak Terjebak di Wuhan, Ibu: Dia Adalah Putri Saya Satu-satunya


Setiap keluarga tentunya saat ini sedang panik dan khawatir ketika kerabatnya terjebak di Wuhan, Tiongkok. Sebanyak 11 juta warga Wuhan tak bisa ke luar dari kota karena terisolasi untuk mencegah penularan virus. Perasaan campur aduk dialami oleh para orang tua.

Seorang ini warga Port Coquitlam, B.C., di Kanada, meminta kepada pemerintah Kanada untuk mengevakuasi keluarganya dari Wuhan. Lily Liu mengatakan putrinya yang berusia 33 tahun pergi ke kota Wuhan pada 10 Januari untuk mengunjungi keluarganya, termasuk orang tua dan mantan suami Liu.

Tetapi Liu mulai khawatir setelah pemerintah Tiongkok mulai membatalkan beberapa transportasi. Ketika, efek dari coronavirus mulai menyebar ke seluruh kota dan provinsi di sekitarnya. “Saya khawatir jika perjalanan dibatalkan, akan ada lebih banyak transportasi dibatalkan, dan tak tahu sampai kapan,” katanya seperti dilansir dari Global News, Minggu (26/1).

Ketakutan itu semakin mengkhawatirkan ketika Beijing mengumumkan bahwa semua transportasi ditutup masuk dan keluar dari Wuhan. Secara efektif menempatkan kota itu dalam keadaan terisolasi. Liu memastikan putrinya sehat sejauh ini. Namun Liu tetap cemas saat dia menyaksikan virus menyebar dan menginfeksi banyak orang.

“Setiap hari ada lebih banyak korban jiwa. Saya hanya merasa putri saya berada dalam situasi yang sangat berbahaya dan kami tidak berdaya. Jika pemerintah Kanada dapat melakukan apa saja, saya tidak tahu. Dia adalah putri saya satu-satunya. Saya tidak tahu harus berbuat apa,” ujarnya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...