KPK Ancam Jemput Paksa Mantan Sekretaris MA Nurhadi


FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melayangkan surat pemanggilan kepada mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi. Nurhadi akan diperiksa sebagai tersangka pada Senin (27/1) besok, terkait dugaan korupsi mafia peradilan di MA pada periode 2011-2016.

Selain Nurhadi, KPK juga mengagendakan pemeriksaan terhadap dua tersangka lainnya, yaitu menantu Nurhadi, Rezky Herbiyono (RH) dan Dirut PT Multicon Indrajaya Terminal, Hiendra Sunjoto (HS). “Ketiganya akan diperiksa sebagai tersangka pada Senin (27/1) pukul 10.00 WIB,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri dalam pesan singkatnya, Minggu (26/1).

Ali menyampaikan, Nurhadi, Rezky dan Hiendra sudah tiga kali dipanggil KPK dalam kapasitas sebagai saksi. Namun, Nurhadi selalu mangkir dari panggilan penyidik. KPK pun mengimbau agar eks sekretaris MA itu bersikap kooperatif dengan memenuhi panggilan penyidik.

Sebab surat penjadwalan ulang pemeriksaan, kata Ali, telah sampai ke kediaman Nurhadi sejak Kamis (23/1). Nurhadi tak mempunyai alasan untuk kembali mangkir dari panggilan penyidik. “Untuk itu kami mengimbau kepada ketiga tersangka agar bersikap kooperatif dengan datang memenuhi panggilan penyidik KPK serta memberikan keterangan secara benar,” tegas Ali.

Oleh karena itu, Ali menyebut jika pada pemanggilan ketiga besok Nurhadi, Rezky dan Hiendra tak juga memenuhi panggilan, maka akan dilakukan upaya paksa. “Sesuai tahapan pemanggilan yang didasarkan pada KUHAP, jika para tersangka tidak hadir tanpa alasan yang patut, maka penyidik KPK akan melakukan pemanggilan ketiga disertai dengan perintah membawa,” pungkasnya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...