93 WNI Terjebak di Wuhan, Seperti Ini Situasinya

Tim kesehatan dari Beijing foto bersama di Bandara Internasional Ibu Kota Beijing (BCIA) sebelum terbang menuju Wuhan, Provinsi Hubei, Minggu (26/1) sore. Foto: ANTARA/HO-News.cn/mii

FAJAR.CO.ID, WUHAN – Kedutaan Besar RI di Beijing berjanji tidak akan meninggalkan warga negara Indonesia atau WNI di Wuhan, Tiongkok.

Pihak KBRI memastikan akan terus melindungi keselamatan jiwa dan mencukupi kebutuhan 93 WNI, setelah wabah virus corona jenis baru menyebar di kota tersebut.

“Kami tidak akan meninggalkan mereka. Kami terus hubungi mereka. Bahkan, kalau ada hal mendesak yang perlu disampaikan, kami sediakan empat nomor hotline,” kata Duta Besar RI untuk China Djauhari Oratmangun kepada Antara di Beijing, Senin.

Menurut dia, memang kebutuhan logistik yang ada sekarang akan habis dalam lima atau enam hari ke depan. “Namun, sebelum mereka kehabisan, kami akan suplai terus,” ujarnya.

Distribusi logistik dipesan secara daring oleh KBRI dan kemudian dikirimkan melalui kurir kepada koordinator-koordinator WNI yang ada di setiap kampus dan apartemen.

Tidak semua dari 93 WNI yang tertahan di Wuhan itu berstatus pelajar, ada satu hingga dua orang pekerja profesional yang tinggal di apartemen.

“Tanpa terkecuali, mereka juga kami suplai pangan di mana pun warga kita berada di Wuhan,” kata Dubes Djauhari.

KBRI juga bahkan telah mendirikan posko khusus di Changsha, Provinsi Hunan, untuk membantu suplai logistik bagi 93 WNI di Wuhan.

Selain itu, upaya perlindungan juga dilakukan KBRI Beijing melalui komunikasi intensif dengan pemerintah China, Pemerintah Provinsi Hubei, dan Pemerintah Kota Wuhan.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar