Dana Desa di Mambi Disorot Warga

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAMASA - Sekelompok warga resah dengan pengelolaan Anggadan Dana Desa (ADD), di Sendana, Kecamatan Mambi, Mamasa. Anggaran senilai Rp 1,35 miliar dinilai tidak transparan.

Sejumlah proyek yang dibangun dari dana itu dinilai tidak masuk akal. Salah satunya, pembangunan Mandi, Cuci, Kakus (MCK) atau toilet umum yang anggarannya senilai Rp99,9 juta tampak tidak masuk akal. Bangunan MCK itu sangat sederhana, hanya terdiri dua bilik.

"Kalau dilihat bangunannya biar Rp5 juta itu sudah cukup. Tetapi ini anggarannya Rp99 juta. Tidak sesuai kenyataan," kata salah saorang warga setempat, Muzainah kepada FAJAR, Senin, 27 Januari.

Selain itu, kata dia, program rehabilitasi jalan sebesar Rp197,7 juta juga tidak maksimal. "Rehabilitasi jalan itu cuma tambal tambal ji, tidak sampai ratusan juta. Banyak lorong-lorong desa yang dikerja sepotong-sepotong tidak tuntas. Kalau dikihat jalanan tidak sesuai dengan dananya," jelasnya.

Bahkan, puncaknya kata dia, atas kelakukan kepala desa itu, Ketua Badan Pengawas Desa, Sahuding yang juga Imam Masjid Sendana memilih mengundurkan diri. "Karena tidak terima tanda tangannya dipalsukan," jelasnya.

Dugaan pemalsuan itu mencuat saat sejumlah proyek dibangun. "Karena tidak jadi pembungunan kalau tidak ada tanda tangannya. Beberapa tokoh masyarakat juga pernah mengadu ke PN (pengadilan negeri) tetapi tidak ada reaksi. Janjinya mau ditindaki tetapi sampai saat ini tidak ada," sesalnya.

Anggaran bermalasah lainnya, kata dia, adalah program pembangunan balai desa sebesar Rp300 juta. Sementara dalam perjalanannya, ternyata pembangunan balai desa itu masuk dalam APBD Provinsi Sulbar, dalam program Marasa.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan