Fraksi Golkar Klaim Panja Jiwasraya Bantu Penegakan Hukum Kejagung

Selasa, 28 Januari 2020 21:59

Supriansa

Dengan bulatnya kesepakatan membentuk Panja, mantan wakil bupati Soppeng ini mengaku bahwa pihaknya segera bekerja secara sistematis dan serius untuk kasus Jiwasraya. Apalagi diketahui kasus asuransi Jiwasraya ini melibatkan keuangan nasabah yang diduga melakukan akselerasi membeli saham tertentu masuk properti reksa dana.

“Yang bingung ini cara berpikir, apakah tidak hati-hati menempatkan puluhan triliun dalam saham perusahaan tertentu,” herannya.

Mantan advokat ini juga mengaku mendapat informasi bahwa sejak 2013 PT Jiwasraya menjanjikan bunga yang terlalu besar kepada nasabahnya. Bunga itu mencapai dari 6,5 persen sampai 10 persen. Artinya, rasio pada suku bunga yang ada ini lebih tinggi dari asuransi konvensional.

Supriansa menambahkan, taktik ini menjadi perhatian dirinya mengapa PT Jiwasraya memasang strategi seperti itu. Padahal diketahui pembelian saham ini tidak menentu harganya.

“Bagaimana kalau turun? Kalau naik aman, kalau turun. 2014 memang naik sekian persen tetapi di 2015 indeks saham gabungan itu turun 12 persen kalau tidak salah. Ini pertanda bahwa resiko Jiwasraya tetap membayar sesuai janjinya kepada nasabah,” tutup Supriansa. (rls)

Bagikan berita ini:
10
4
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar