Gaji Guru Honorer Belum Dibayar, Dewan: Reshuffle Itu Kabid Ketenagaan Disdik

Ketua Komisi IV DPRD Bone, Andi Ryad Baso Padjalangi marah-marah saat RDP dengan Disdik Bone, serta dengan honorer. (FOTO: AGUNG PRAMONO/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, WATAMPONE — Ratusan guru honorer menjerit di Kantor DPRD Bone. Ada yang menangis di hadapan anggota DPRD soal gaji yang belum dibayarkan sejak tahun 2014. Belum lagi munculnya isu penghapusan honorer.

Berdasarkan data yang dihimpun untuk honorer yang belum dibayar gajinya sebanyak 567 orang sampai tahun 2019. Permasalahan ini setiap tahun dibahas di Komisi IV DPRD Bone.

“Saya capek yang paling banyak masalahnya Dinas Pendidikan. Dua periode saya di sini itu terus. Kalau anda (Kabid Ketenagaan Disdik Bone) tidak mampu selesaikan ini, kami akan minta agar reshuffle,” kata Ketua Komisi IV DPRD Bone, Andi Ryad Baso Padjalangi, Selasa (28/1/2020).

Sementara Wakil Ketua Komisi IV, Andi Muh Salam menjelaskan, ada 200 honorer datang di DPRD, dalam rangka menyampaikan keluhannya karena sejak 2014 sampai 2017 belum dibayarkan. Untuk tahun 2018 ada yang sudah. Kemudian untuk 2019 belum lagi.

“Untuk yang mengajar di swasta sudah terbayar semua, yang mengabdi di negeri hanya dibayar tahun 2015. Ini kan aneh,” ucapnya.

Saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) hadir Wakil Ketua DPRD Bone Indra Jaya, anggota Komisi IV Andi Akhiruddin, dan Kepala Dinas Pendidikan Bone, Andi Syamsiar. (gun)

loading...
Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Komentar

Loading...