Melahirkan di Parit, Sardah Biarkan Bayinya Terbawa Arus

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, LUWU — Polres Luwu menahan Arham dan Sardah. Dia terlibat kasus aborsi di Dusun Kamassi, Desa Tombang, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu.

Aborsi dilakukan di parit belakang rumah Arham. Aksinya membuat seorang banyi meninggal dunia.

Kasat Reskrim Polres Luwu, AKP Faisal Syam mengatakan dugaan tindak pidana meninggalkan bayi dalam keadaan tidak bernyawa atau aborsi. ”Kasus ini diduga dilakukan tersangka Sardah bersama saudaranya Arham,” kata Faisal, Selasa, 28 Januari.

”Bayi ini merupakan hasil hubungan gelap antara kedua tersangka. Kedua tersangka telah menjalin hubungan asmara hingga kemudian melakukan hubungan badan layaknya suami isteri,” katanya.

Setelah Sardah mengandung, dia kemudian menyampaikan kepada Arham sehingga muncul niat menggugurkan bayi yang ada dalam kandungan.

Sardah sempat menolak. Namun kemudian menuruti rencana untuk menggugurkan bayi yang ada dalam kandungannya dengan terlebih dahulu mencari dukun. Bersama orang tua tersangka Adriana, pelaku ke Desa Cilallang di rumah sang dukun dan diberi dua botil air kemudian pulang ke Dusun Kamassi, Desa Tombang.

Pada Rabu, 8 Januari 2020, Sardah mengalami rasa sakit pada bagian perutnya. Di parit belakang rumah, Sardah melahirkan bayinya kemudian terbawa arus, dan ditemukan warga.

“Pihak lain yang diduga terlibat dalam tindak pidana ini masih dalam proses pengembangan,” ujar Faisal. (shd/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...