136 Peserta CPNS Gugur Lebih Awal


FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Hari pertama ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) semestinya diikuti 1.250 peserta. Namun 136 orang tak hadir. Otomatis gugur.

Kepala Bidang Perencanaan Informasi dan Aparatur Sipil Negara Badan Kepegawaian BKD Sulsel, Taufiq Akbar mengatakan, hari pertama ujian SKD Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) Pemprov Sulsel sedikit molor 30 menit. Namun, bukan karena persoalan server atau teknis.

“Ada sedikit pengarahan dari kepala BKN. Harusnya tepat pukul 08.00 dimulai, namun baru berjalan pukul 08.30. Kita juga masih mencari pola di hari pertama,” ungkapnya kepada FAJAR, Selasa, 28 Januari.

Taufiq menambahkan, setiap hari ada lima sesi tes. Setiap sesi ada 250 peserta. Total peserta yang dijadwalkan mengikuti ujian SKD sebanyak 1.250 orang.

“Namun ada 136 peserta tak hadir. Sama sekali tidak ada keterangan, sehingga otomatis gugur. Untuk kelulusan SKD, kami perkirakan 40 persen lolos SKD setiap sesi. Detailnya masih dikalkulasi,” tuturnya.

Kepala Kantor Badan Kepegawaian Nasional Regional IV Makassar, Harun Rasyid mengatakan, kesiapan peserta cukup bagus lantaran BKD Sulsel sudah kerap menggelar simulasi dan sosialisasi terlebih dahulu. Kesiapan fasilitas juga dinilai sangat bagus.

“Hasil SKD-nya kami yakin 50 persen yang lulus. Meskipun tingkat kesulitan sulit ditingkatkan, tetapi passing grade diturunkan,” ungkapnya, Selasa, 28 Januari.

Passing grade TKP dinilai sangat tinggi sehingga panitia seleksi CPNS pada tahun ini menginisiasi untuk menurunkan level atau passing grade TKP. Tahun lalu, standar kelulusannya mencapai 143, kemudian diturunkan menjadi 126. Tes Intelegensi Umum dengan standar 80, dan Tes Wawasan Kebangsaan 65.

Harun menambahkan, jika ada peserta yang sakit dan tidak bisa mengikuti pelaksanaan ujian, masih ada kompensasi. Namun wajib menyetor bukti keterangan sakit yang diketahui oleh dokter. Selanjutnya akan diberikan keringanan untuk mengikuti tes dengan jadwal yang berbeda.

“Peserta yang terlambat lima menit sudah tidak diperkenankan memasuki ruangan. Tidak bisa ditoleransi. Gugur, sama dengan kalau tidak hadir, otomatis gugur,” bebernya.

Khusus keamanan juga diperketat. Pelaksanaan ujian ini sudah memiliki standar dengan bekerja sama aparat kepolisian. Apalagi pemeriksaan dan pengawasan juga sudah berbasis IT sehingga sulit ada joki bermain.

“Kasus joki tahun lalu jadi evaluasi. Sementara untuk kelancaran ujian, kami siapkan dua server. Ada server cadangan bila server utama bermasalah,” terangnya.

Pantauan FAJAR, pengamanan dan pengawasan sangat ketat. Peserta tes tidak boleh mengenakan aksesori dan segala macam yang berbahan logam. Jam tangan, cincin, peniti, gelang, anting, kalung, ikat pinggang, dan segala pernak-pernik lainnya ditanggalkan.

Peserta tidak diperbolehkan membawa apapun ke lokasi ujian selain kartu identitas dan kartu tes. Sepatu dan tas ditaruh ke dalam kantong plastik. Selanjutnya peserta menggunakan sandal putih yang disiapkan untuk digunakan di ruang CAT di lantai empat kantor Gubernur Sulsel.

Keluhkan Parkir

sejumlah peserta mengeluhkan tarif parkir di Kantor Gubernur Sulsel. Petugas Satpol PP memang mengarahkan peserta ujian untuk memarkir kendaraannya di bagian belakang kantor gubernur. Panitia menyiapkan parkiran di lapangan upacara dan area sekitarnya.

Sayangnya, tak ada petugas Satpol PP yang berjaga di lokasi parkiran. Kondisi ini membuat juru parkir liar leluasa meminta biaya parkir kepada peserta.

Padahal, selama ini, parkir kendaraan di area kantor gubernur tak ada pengenaan tarif.

Salah seorang peserta tes, Indra mengaku bingung tiba-tiba ada jukir yang mendatangi dan meminta uang parkir. Padahal setahunya, di kantor gubernur tidak pernah ada tukang parkir.

“Saya pernah antar kakak juga. Tidak ada tukang parkir. Pas tadi nyalakan mesin motor, tiba-tiba ada datang membentak minta. Ya, terpaksa kita kasih Rp2000,” tuturnya.

Kepala Satpol PP Pemprov Sulsel, Mujiono menegaskan, tidak ada pungutan parkir di areal kantor gubernur. Kata dia, tak pernah ada pungutan karena ada personel Satpol PP yang jaga. “Tidak ada itu. Saya akan cek,” tukasnya. (fik/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

Komentar