Bukan Melecehkan, Isnul Sebut Paket Kotoran Sapi Sekadar Membawa Aspirasi Rakyat

Ketua DPRD Palopo tampak tersenyum saat menerima paket kotoran sapi.

FAJAR.CO.ID, PALOPO — Warga BTN Merdeka Kota Palopo, Isnul Arridha, menilai, aksi membawa dua kemasan paket kotoran sapi ke Ketua DPRD Palopo, Dr Nurhaenih SKep MKes, di ruang kerjanya, bukan untuk melecehkan. Namun, hanya membawa aspirasi ke DPRD Kota Palopo.

Isnul Arridha mengatakan, dua kemasan paket kotoran sapi merupakan aspirasi. Bukan melecehkan secara kelembagaan DPRD sebagai perwakilan rakyat.

”Saya membawa aspirasi, instrumen penyampaiannya menggunakan paket tahi sapi dan tuntutan dalam bentuk selebaran yang langsung saya serahkan ke Ketua DPRD karena Komisi 3 tak ada di ruang komisi,” kata Isnul kepada FAJAR.

Seharusnya anggota dewan membaca utuh tuntutan yang saya bawa sebagai aspirasi. “Sebagai warga negara yang baik menyampaikan aspirasi diatur dalam undang-undang, dan toh juga tahi sapi yang saya bawa sebagai kado 2020 tak begitu menjijikkan. Namun kalau menjijikkan yah itu sebagai kritik atas tak berjalannya perda yang dibuat oleh DPRD,” katanya.

Perda tersebut telah berumur 13 tahun setelah dibuat lalu 2019 diadakan perubahan atas perda nomor 7 tahun 2006 tersebut. Tetapi tak berjalan dan tak digunakan sebagaimana mestinya.

“Jika PERWALnya yang jadi masalah yah Tugas DPRD sebagai lembaga legislatif yang punya fungsi pengawasan. Harusnya bertanya kepada eksekutif bagian hukum atau langsung ke wali kota tentang perwal tersebut,” sarannya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...