Keji, Ayah Jadikan Anak Budak Seks dan Bunuh 3 Bayinya

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MURUNG RAYA– Kisah kekejian seorang ayah terhadap anak perempuannya, mengudang pilu di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah.

Seorang ayah, Rb,43, tega membantai tiga bayi hingga tewas. Ironisnya, dua bayi merupakan cucunya sendiri, hasil perbuatan bejatnya pada sang anak, Rd. Satu bayi lainnya merupakan anak kandungnya yang dibunuh saat masih berusia dua tahun.

Perbuatan biadab itu baru terbongkar setelah anak Rb yang pria melapor ke polisi. Pelaku Rb akhirnya diringkus aparat kepolisian pada Senin (27/1) lalu. Kapolres Murung Raya, AKBP Dharmeswhara Hadi Kuncoro mengatakan, pembunuhan tiga batita (anak usia 1-3 tahun, red) itu dilakukan pada tahun 2000, 2016, dan 2019.

Dharmeswhara menuturkan, jejak kejahatan pelaku dimulai setelah dia pisah dengan istrinya tahun 2012 silam. Dari pernikahannya itu, Rb dikaruniai dua anak, masing-masing pria dan wanita. Dua anaknya itu ikut sang ayah yang membawanya ke sebuah pondok di hutan Desa Batu Karang, Mura.

Setelah ditinggal sang istri, Rb yang hidup dengan anaknya tak bisa menahan nafsu seksnya. Akibatnya, putrinya yang disebut-sebut saat itu masih berusia sekitar 13 tahun, dijadikan budak seks. Sang anak yang tak berdaya, terpaksa melayani nafsu bejat orang yang seharusnya melindungi dan mengayominya.

Bertahun-tahun jadi sasaran pelampiasan nafsu, membuat Rd hamil. Dia pertama kali melahirkan tahun 2016. Saat buah hatinya yang bisa juga disebut sebagai cucu pertamanya itu berusia tiga bulan, Rb membunuhnya dengan keji. Bayi malang itu dibanting ke lantai, lalu diinjak hingga tewas.

Setelah anaknya melahirkan, Rb masih menjadikannya sebagai budak seks. Hingga anaknya kembali hamil dan melahirkan cucu keduanya sekitar tahun 2017-2018. Waktu kelahiran persisnya belum diketahui, karena masih dalam pendalaman aparat. Dari keterangan Rb, anak itu masih hidup dan diantar ke Kaltim sebelum dia diciduk.

Tahun 2019, anaknya kembali hamil dan melahirkan pada September. Sang ibu bayi, Rd, meninggal dunia saat melahirkan anak ketiga hasil perbuatan bejat ayahnya itu. Setelah bayi tersebut berusia tujuh hari, tepatnya pada 26 September 2019, sekitar pukul 07.30, bayi itu juga dibunuh dengan kejam.

Rb tega membunuh darah dagingnya itu lantaran kesal karena korban terus menangis. Caranya sama dengan pembunuhan cucu pertama. Bayi itu dibanting ke lantai sebanyak tiga kali, lalu kepala dan dada korban diinjak hingga meninggal dunia.

Setelah cucunya meninggal, Rb memaksa anak prianya menggali kuburan bayi tersebut. Bayi itu dikubur berdampingan dengan kuburan almarhumah ibunya di depan pondok tempat tinggal mereka. Sebelum dikubur, Rb sempat memandikan dan memanjatkan doa untuk korban.

Ketika membunuh bayi itu, Rb mengaku dalam kondisi sadar. Dia emosi lantaran anak itu menangis tanpa henti. Dari pembunuhan itu, aparat mengamankan cangkul dan linggis yang digunakan untuk mengubur korban sebagai barang bukti.

Dari pendalaman aparat, terungkap bahwa Rb juga pernah membunuh anaknya sendiri pada tahun 2000 silam. Sang anak hasil pernikahannya dengan istrinya itu, masih berusia dua tahun saat dibunuh.

Menurut Dharmeswhara, kejahan keji Rb dilaporkan anaknya yang pria ke Polsek Laung Tuhup. Dia kini dijadikan saksi oleh aparat. ”Saat laporan masuk, kasusnya langsung kami ambil alih hingga pelakunya kami tangkap,” kata Dharmeswhara seperti dikutip JawaPos.com (grup fajar.co.id), Rabu (29/1).

Rb kini resmi ditetapkan sebagai tersangka. Dharmeswhara mengatakan, pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus tersebut. ”Kami akan lakukan penyelidikan terhadap korban lainnya,” kata Dharmeswhara. (jpc/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...