Kurang Kasih Sayang, Siswi SMK Rekayasa Penculikan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Siswi salah satu SMK di Makassar, IPS (16) berulah. Kedua orang tuanya pun dibuat panik luar biasa. Dia mengaku telah diculik orang tidak dikenal dan menuntut tebusan Rp5 miliar.

Aksi itu terjadi pada Selasa, 28 Januari 2020. Pihak kepolisian dalam hal ini Jatanras Polrestabes Makassar mendapatkan laporan dari orang tua korban sekitar pukul 18.00 Wita, yang menyebut putrinya telah diculik.

Setelah mendapat laporan itu, polisi berhasil mendapatkan informasi kalau siswi SMK itu telah ditemukan di dekat Pabrik Roti, Jl Poros Malino, Kabupaten Gowa.

Menurut pengakuan IPS kepada orang tuanya, dia mengaku telah diculik sekitar pukul 15.00 Wita dengan cara dibius menggunakan sapu tangan hingga membuatnya pingsan. Saat sadar, dia mengaku sudah berada di tengah hutan.

Kepada orang tuanya, IPS juga mengaku diikat pada sebuah pohon dengan tali, sedang pelaku meninggalkannya sendirian. Masih dari rekayasa ceritanya, IPS mengaku dilepas anak perempuan kecil sehingga berhasil keluar dari hutan.

Dari situ, dia mampir ke sebuah masjid untuk salat isya. Seorang driver ojek online pun menawarkan mengantarnya pulang saat duduk kebingungan di depan masjid. Sekitar pukul 21.00 Wita, dia kembali di rumahnya.

Setelah melalui interogasi, polisi menemukan sejumlah kejanggalan. IPS akhirnya mengakui kalau dirinya tidak mengalami penculikan. Aksi itu dia lakukan karena merasa kurang mendapat kasih sayang orang tuanya.

Korban pun diberi peringatan dan penjelasan oleh anggota Jatanras Polrestabes Makassar, agar tidak mengulangi lagi perbuatannya. Siswi SMK itu kemudian diserahkan kepada orang tuanya setelah diberi nasihat. (fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...