Lutfi Ngaku Disetrum, Propam Sudah Periksa Lima Penyidik

0 Komentar

Demonstran pembawa bendera merah putih, Luthfi Alfiandi ditemani Ibunya Nurhayati di PN Jakarta Pusat, Kamis (12/12). (Muhammad Ridwan/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA– Propam Polri masih mendalami dugaan penyiksaan yang dilakukan aparat kepolisian kepada terdakwa kasus kerusuhan demo, Lutfi Alfiandi. Kabagpenum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra mengatakan saat ini sudah ada 5 penyidik yang diminta keterangan terkait kasus tersebut.

“Secara keseluruhan sudah 5 penyidik dari Polres Jakarta Barat yang diperiksa terkait perkara ini,” kata Asep di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (28/1).

Asep memastikan Propam bekerja untuk menemukan fakta hukum terhadap tudingan tersebut. Mereka melaksanakan pemeriksaan baik itu secara internal maupun eksternal.

Rencananya, hari ini Selasa (2/1), Lutfi pun akan dimintai keterangan terkait pernyataannya tersebut. Menurut Adi, Kapolri Jenderal Pol Idham Azis serius mengungkap kasus ini. Oleh karena itu, sanksi telah disiapkan apabila memang peristiwa itu terjadi.

“Beliau (Kapolri) tidak segan katakan apabila terbukti akan tindak petugas dan penyidik yang terkait itu, bila benar,” imbuhnya.

Di sisi lain, apabila pernyataan Lutfi tidak terbukti, maka akan berbalik merugikan dia sendiri yang saat ini masih menjalani persidangan. “Yang bersangkutan masih dalam proses sidang, tentunya fakta persidangan akan kita tunggu, seperti apa ke depannya,” pungkas Asep.

Sebelumnya, pada persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (20/1), Lutfi mengaku dianiaya oleh aparat Polres Jakarta Barat selama ditahan. Lutfi dipaksa mengaku telah melempari polisi dengan batu pada saat demo penolakan RKUHP dan RUU KPK pada 30 September 2019.

“Saya disuruh duduk dan disetrum sekitar setengah jam. Saya disuruh ngaku melempar batu ke petugas padahal saya tidak melempar,” kata Lufti. (JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...