Penipu Putri Raja Arab Ditangkap di Jakarta, Polisi Sita Jaguar dan Alphard

0 Komentar

VILA : Vila yang diduga milik Putri Raja Arab Saudi di Jalan Pura Dalem Banjar Sala, Desa Pejeng Kawan, Kecamatan Tampaksiring. (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA– Pelaku dugaan penipuan terhadap Princess Arab Lolowah binti Faisal tertangkap Selasa (28/1). Saat ini masih ada satu tersangka berinisial EMC yang sedang dalam pengejaran. Dalam kasus tersebut juga disita lima aset milik pelaku.

Kabagpenum Divhumas Polri Kombespol Asep Adi Saputra mengatakan, tersangka EAH ditangkap di Kuningan, Jakarta Selatan. Penangkapan dilakukan Selasa malam. ”Saat ini dalam penahanan,” tuturnya.

Tersangka dijerat dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Karena itu, ada sejumlah aset yang turut disita, yakni satu mobil Jaguar, satu mobil Alphard, beberapa dokumen AJB, sejumlah buku tanah. Pemblokiran juga dilakukan terhadap tujuh bidang tanah di Bali, dan delapan rekening milik tersangka. ”Semua itu didalami, dari mana asal-usul aset tersebut,” ungkapnya.

Menurutnya, petugas akan berupaya mendeteksi aliran dana hasil kejahatan tersebut. Apakah pelaku membeli aset atau menyimpannya di bank. ”Semua akan diketahui,” terang polisi dengan tiga melati di pundaknya tersebut.

Untuk tersangka lain berinisial EMC, petugas masih melakukan pencarian. Namun, semua itu hanya soal waktu. ”Tentu petugas akan segera menangkapnya,” terangnya di komplek PTIK, Rabu (29/1).

Dalam kasus tersebut, setidaknya telah diperiksa 24 saksi, di antaranya pelapor, pemilik dan penyewa tanah, kontraktor, BPN, arsitek, aparat desa hingga manajer vila. Dari semua saksi itu telah diketahui tindak pidananya. ”Sudah banyak saksinya,” jelasnya.

Dia mengatakan, pelaku memiliki modus yang bisa membuat Princess Lolowah terperdaya. Investasi pembangunan vila dan pengadaan tanah itu direalisasikan. ”Tapi tidak sesuai dengan kesepakatan,” terangnya.

Sebelumnya, Preincess Lolowah diduga tertipu hingga Rp 512 miliar dari investasi vila dan pengadaan tanah. Pelaku memperdaya dengan membuat vila yang spesifikasi bangunannya tidak sesuai dengan kesepakatan.

Bahkan, melakukan penipuan dengan seakan-akan ada tanah strategis yang dijual. Padahal, tanah tersebut sama sekali tidak dijual oleh pemiliknya.

(bx/art/man/JPR)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...