Prof Sumbangan Baja: Warga Buton di Makassar Siap Bantu Pembebasan WNI


FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Sekelompok orang yang diduga Abu Sayyaf kembali menculik lima warga negara Indonesia di perairan Sabah, Malaysia, pada pada Jumat (17/01) lalu. WNI yang diculik tersebut berasal dari kepulauan Buton. Mereka disandera ketika sedang melaut di wilayah perairan Tambisan, Lahad Datu, Sabah.

Kelima WNI itu adalah Arsyad Dahlan (42) selaku juragan, Arizal Kastamiran (29), La Baa (32), Riswanto Hayono (27), dan Edi Lawalopo (53). Mereka merupakan nelayan yang dipekerjakan perusahaan ikan asal Malaysia untuk menangkap ikan di perairan laut Malaysia.

Namun, tak disangka, kapal nelayan asal Indonesia tersebut dirampok kelompok yang diduga Abu Sayyaf. Kelompok yang berbasis di Filipina Selatan itu lalu menyandera lima anak buah kapal dan melepaskan tiga ABK lainnya. Para perampok meminta uang tebusan sekira Rp3 miliar rupiah per orang.

Tindakan penyanderaan WNI ini telah berulang kali terjadi, sehingga membuat pemerintah Indonesia harus mencari solusi yang komprehensif untuk menyelamatkan WNI yang bekerja di negara jiran tesebut.

Sejauh ini pihak pemerintah Indonesia telah membuat kerja sama Trilateral Maritime Patrol (TMP) atau patroli bersama antara Indonesia, Malaysia, dan Filipina untuk mengamankan perairan Sabah dan laut Sulu, Filipina, dari para perampok. Namun, kesepakatan itu kurang efektif menyelesaikan aksi kejahatan perampok di daerah perairan Malaysia dan Filipina itu.

Komentar

Loading...