Serangan Rudal Iran, Pentagon Ungkap 50 Tentaranya Gegar Otak


FAJAR.CO.ID, BAGHDAD– Jumlah tentara Amerika Serikat yang mengalami gegar otak akibat serangan rudal Iran terus bertambah. Laporan terbaru menyebutkan jumlahnya meningkat jadi 50 prajurit.

Pentagon mengatakan 50 personel militer AS kini telah didiagnosis menderita cedera otak traumatis, setelah serangan rudal Iran terhadap pasukan AS di Irak.

Angka itu merupakan pembaruan ketika setelah sebelumnya disebutkan 11 orang, kemudian pekan lalu dilaporkan menjadi 34 kasus.

“Sampai hari ini, 50 anggota telah didiagnosis dengan TBI,” kata juru bicara Pentagon Letnan Kolonel Thomas Campbell dalam pernyataannya dilansir iranpress, Rabu, 29 Januari.

“Dari 50 ini, 31 anggota dirawat di Irak dan kembali bertugas, termasuk 15 dari anggota tambahan yang telah didiagnosis sejak laporan sebelumnya. 18 anggota telah diangkut ke Jerman untuk evaluasi dan perawatan lebih lanjut,” tambahnya.

Beberapa pejabat Pentagon mengatakan kepada CNN bahwa jumlah kasus yang didiagnosis kemungkinan akan terus berubah. Pasalnya, ada sekitar 200 tentara yang berada di zona ledakan pada saat serangan terjadi.

Meskipun cedera otak traumatis tidak selalu tampak segera setelah mereka menderita, pengungkapan tentara AS yang terluka menunjukkan bahwa dampak serangan itu lebih serius daripada penilaian awal yang ditunjukkan.

Pentagon dan Presiden Donald Trump pada awalnya mengatakan tidak ada tentaranya yang terluka atau terbunuh dalam serangan rudal Iran 8 Januari, yang merupakan pembalasan atas serangan drone AS 2 Januari yang membunuh seorang jenderal top Iran. (fajar)

Komentar

Loading...