Wujudkan Lokakarya Makassar Bebas Rokok

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Jumlah perokok setiap hari mencapai 22.0 persen. Data tersebut diperoleh dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Dinas Kesehatan Sulsel.

Hal ini menjadi perhatian Pemerintah Kota Makassar. Untuk itu lewat organisasi Hasanuddin Contact, melakukan kegiatan bekerja sama membuat program lokakarya mengenai pengawasan terhadap Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Makassar.

Kegiatannya akan dilaksanakan selama tiga hari di Aerotel Smile hingga Kamis, 30/1.

Asosiasi Direktor Hasanuddin Contact, Ahmad Wadi mengatakan lewat program tersebut, sekitar 100 orang dari berbagai kalangan diundang untuk membuat drafting (catatan). Isinya tentang bagaimana membuat pencegahan, dan merancang dan menerapkan lokasi bebas asap rokok di Makassar.

“Nah drafting ini dipresentasikan, ide terbaik akan disatukan untuk dibuatkan buku yang akan direalisasikan pelaksanaannya di Makassar bersama Pemkot,” tuturnya.

Planning And Operation Manager Hasanuddin Contact, Ara Hamdani mengatakan untuk outputnya ke depan, setelah buku tersebut jadi, pemerintah bisa membuat dan membantu mengawasi.

Mengawasinya lewat kecamatan masing-masing dan dipantau rutin oleh Hasanuddin Contact. Lokasi mana yang berhasil menerapkan Kawasan tanpa Rokok (KTR) yang bisa diakses oleh masyarakat umum.

“Saat ini yang kami catat sudah ada beberapa titik
lokasi di kelurahan yang ada di Kota Makassar yang menerapkan KTR,” tuturnya.

Asisten II Bidang Perekonomian, Pembangunan dan Sosial Pemkot Makassar, Sittiara mengatakan pemerintah memang membutuhkan suatu organisasi yang dapat membantu dan mendampingi pemerintah dalam menyelesaikan masalah tersebut.

“Sudah ada beberapa lokasi-lokasi saat ini yang memiliki KTR di antaranya di Kelurahan Tamamaung, Toddopuli, dan Jalan Buntusu serta beberapa hotel di Makassar, di Kantor Wali Kota juga sudah diterapkan. (wis/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...