Banjir Bandang Bondowoso dan Tapanuli Tengah Tewaskan 7 Orang

Kondisi jalan penghubung antara Kabupaten Tapanuli Tengah yang ada di Kecamatan Andam Dewi yang terputus menuju Desa Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan, Rabu (29/1). Foto: ANTARA/HO

FAJAR.CO.ID, BONDOWOSO– Banjir bandang melanda Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, kemarin siang (29/1). Tiga desa terdampak, yakni Sempol, Kalisat, dan Kampung Baru.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso menyebutkan, banjir berasal dari Gunung Suket yang terbakar hebat awal November lalu.

Lahan 970 hektare milik badan konservasi sumber daya alam (BKSDA) terbakar. ”Itu kebakaran terbesar sejauh ini. Lebih dari sepertiga kawasan habis. Luasan itu belum termasuk milik Perhutani,” kata Kepala BKSDA Wilayah III Jember Setyo Utomo.

Kepala BPBD Bondowoso Kukuh Triatmoko menyatakan, Gunung Suket menjadi titik awal banjir bandang. Gunung itu gundul akibat kebakaran. Material yang dibawa air berupa lumpur dan batang-batang pohon.

”Begitu mendapat informasi, tim reaksi cepat langsung ke lokasi. Selanjutnya, kami melakukan asesmen,” terangnya.

Banjir bandang tersebut mengakibatkan banyak rumah penduduk rusak. Material yang turut serta bersama lumpur memenuhi perumahan di tiga desa. Bahkan, ada jembatan yang terbawa arus. Taman Little Niagara di Desa Kalisat yang selama ini menjadi spot foto pun rusak berat.

Camat Ijen Ivan Arifandi mengatakan, banjir bandang tiba-tiba saja datang. Padahal, di wilayah kantor kecamatan saat itu tidak turun hujan. Namun, di kawasan atas memang terlihat tengah hujan lebat. Banjir itu datang lewat jalan yang biasa dipakai kendaraan umum. ”Meluap dari sungai, larinya ke jalan,” ujarnya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...