Pemakaian Listrik Januari Belum Selesai, Kok UP3 PLN Parepare Mau Putuskan

Suasana jalan di Sidrap pada malam hari yang sangat bergantung pada pasokan listrik.

FAJAR.CO.ID, SIDRAP — Beredarnya surat pemutusan rekening listrik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidrap oleh UP3 PLN Parepare menjadi pertanyaan publik, Kamis (30/1/2020).

Pasalnya, belum selesai pemakaian satu bulan listrik Pemkab Sidrap pada Januari ini, tiba-tiba UP3 PLN Parepare mengeluarkan surat pemutusan rekening listrik.

Mantan wakil Bupati Sidrap 2004-2009, Musyafir Arifin Numang, dalam komentarnya di sosial media facebook mempertanyakan hal tersebut.

“Itu tunggakan di pln kalau dibilang tunggakan bulan januari 2020, masa sih mau di putuskan per 31 januari 2020, kan masih bulan berjalan. Enggak mungkinlah tunggakan sebulan perlu diluruskan ini postingannya,” tulisnya di facabook miliknya.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Sidrap, Nasruddin saat dikonfirmasi mengatakan bahwa ada miskomunikasi terkait persoalan itu.

“Ini kan tidak jelas. Masa belum selesai pemakaian satu bulan, tiba-tiba mau dicabut begitu saja. Kami akan komunikasikan dengan pihak PLN terkait hal itu,” ucapnya.

Dikatakannya, pemakaian listrik Pemkab Sidrap akan segera dibayar untuk tagihan Januari 2020.

“Kan masih ada waktu dua hari ke depan. Pasti kita bayar, kok kenapa ada surat pemutusan beredar,” kata Nasruddin saat dihubungi, sesaat lalu.

Dia menjelaskan, belumnya dibayar tagihan listrik itu karena beberapa hari lalu ada transisi pergantian pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

“Jadi butuh waktu beberapa hari untuk menyelesaikan semua pemberkasan administrasi termasuk pembayaran tagihan rekening listrik,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Tim UP3 PLN Parepare, Muhammad Nur, menyebutkan bahwa pihaknya tidak pernah menyebarluarkan surat tersebut ke publik.

“Surat tersebut hanya untuk internal kita. Tidak pernah menyebarluaskan ke publik, dan saya tidak pernah berkomentar di media mana pun,” singkatnya. (rls)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...