Rp500 Juta pada 2015 Tanpa Hasil, Siap-siap Modal Dasar Rp20 Miliar

Kamis, 30 Januari 2020 11:07

Anggota Pansus Perusda DPRD Bone, Herman

FAJAR.CO.ID, WATAMPONE — Perusahaan Daerah (Perusda) Bone mati suri. Kurang lebih 10 tahun tidak ada kontribusinya untuk pemerintah. Kolaps. Meski begitu, tak boleh diabaikan. Harus ada pembenahan total.

Pada rapat RAPBD DPRD Bone terungkap bahwa, pengelolaan keuangan daerah yang dipisahkan pada perusahaan daerah hanya sebesar Rp36,4 juta. Tidak mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya.

Kantor yang berlokasi di Jalan Sukawati itu sudah tertutup. Bisnis tiket atau travel hingga bisnis penjualan solar non subsidi untuk industri macet total. Pada tahun 2015 pemkab mengalokasikan dana sebesar Rp500 juta dari APBD berupa penyertaan modal untuk Perusda. Hasilnya nihil. Terakhir Direktur Utama (Dirut), Rivai Saguni, mengundurkan diri.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bone, Andi Surya Darma mengatakan, selama ini tidak ada kontribusi Perusda ke Pemda karena selama ini neracanya tidak pernah memperlihatkan suatu keuntungan. “Sebenarnya mau diberdayakan agar bisa membantu masyarakat, tetapi belum menemukan formulasinya,” katanya kepada FAJAR Kamis (30/1/2020).

Kata dia, selama 10 tahun terakhir belum pernah ada kontribusi Perusda. Makanya, untuk sementara tidak ada kegiatan. Sekarang ini boleh dikatakan tidak bergerak. Tapi, tetap ada. “Sekarang ini kita usulkan perbaharui perdanya. Setelah disahkan perdanya baru dilelang untuk direkturnya. Untuk perdanya sudah diajukan ke DPRD,” tambahnya.

Sementara Anggota Pansus Perusda DPRD Bone, Herman menjelaskan bahwa, perda perusda sementara penyempurnaan di Provinsi tinggal didorong untuk paripurnakan. “Perusda ini mati suri bertahun-tahun. Setelah Rivai Saguni (mantan Dirut, red) terjadi kekosongan sampai sekarang,” bebernya.

Bagikan berita ini:
8
9
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar