WNI di Wuhan Sehat Fisik Tetapi Psikis Menderita

FAJAR.CO.ID, WUHAN-- Saya Feronika, warga Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sulsel. Saat ini saya sedang menempuh pendidikan di Kota Wuhan, Provinsi Hubei.

Kota yang saat ini sedang dihebohkan dengan wabah virus korona.

Saat ini semua mahasiswa dan WNI yang berada di Kota Wuhan diminta untuk tidak keluar jika tidak ada keperluan yang sangat penting untuk mencegah penularan dari virus tersebut.

Sejak 23 Januari 2020, bandara dan kereta, serta transportasi umum dihentikan sementara hingga waktu yang belum ditentukan untuk mencegah keramaian agar virus tersebut tidak makin menyebar.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh pihak kampus untuk memproteksi mahasiswanya. Di kampus saya sendiri, Huazhong University of Science and Techonology, kami setiap hari harus mengabsen di grup Wechat pada jam-jam yang telah ditentukan. Wechat adalah aplikasi percakapan buatan Tiongkok.

Jika kita tidak mengabsen pada saat itu, maka petugas akan datang ke kamar untuk menanyakan kondisi kami. Setiap keluar dari dorm (asrama), kami diwajibkan menggunakan masker dan kampus menyediakan masker untuk setiap mahasiswa internasional, tapi dengan jumlah terbatas mengingat sulitnya mendapatkan masker saat ini.

Kami juga diimbau jika keluar membeli keperluan, diharapkan untuk berbelanja dalam jumlah yang banyak untuk keperluan logistik dan sehari-hari agar meminimalisasi intensitas keluar kamar. Harga-harga barang lebih mahal daripada biasanya terutama yang sangat diperlukan seperti masker dan juga kami cukup sulit mendapatkannya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah umar


Comment

Loading...