Biaya Haji 2020 Tetap Rp 35,2 Juta

Jumat, 31 Januari 2020 23:24

Selain itu, akan ada peningkatan jatah makan jamaah. Dari semula 40 kali menjadi 50 kali. Layanan zonasi juga akan tetap dipertahankan.

Hotel atau pemondokan jamaah akan disesuaikan dengan daerah asal embarkasi di Makkah, Madinah, maupun Armina. Katering cita rasa Nusantara juga akan mengikuti zonasi itu.

Operasional haji tahun ini juga akan didukung empat maskapai penerbangan. Sebelumnya hanya maskapai Garuda Indonesia dan Saudia Airlines. Untuk tahun haji 2020 akan mendapatkan tambahan maskapai Citilink dan Flynas.

”Kita juga akan memaksimalkan penggunaan Bandara Kertajati (Majalengka, Jawa Barat, Red) tahun ini,” jelas Yandri.

Yandri menambahkan, Komisi VIII DPR dan Kemenag juga telah menyepakati akan mengambil sejumlah Rp 7,1 triliun dari dana nilai manfaat dan optimalisasi setoran BPIH haji reguler dan dana efisiensi tahun sebelumnya. Tujuannya, mendukung operasional ibadah haji tahun ini.

Menteri Agama Fachrul Razi mengungkapkan bahwa kuota sementara haji tahun ini adalah 221 ribu jamaah. Sesuai dengan kuota haji tahunan Indonesia pada umumnya.

Namun, dia menyebut tetap ada upaya untuk mengajukan tambahan kuota kepada pemerintah Arab Saudi. ”Saya sudah mengajukan permintaan tambahan 10 ribu. Jadi, totalnya 231 ribu. Dikuatkan oleh DPR,” katanya.

Namun, Fachrul menuturkan, menteri urusan haji Arab Saudi menyatakan bahwa kuota bukan murni kewenangan Arab Saudi. Melainkan kesepakatan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). ”Tapi, Indonesia dipersilakan untuk mengajukan tambahan ke OKI. Nanti dibantu Saudi,” kata Fachrul.

Komentar