Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria Akhirnya Dipenjarakan

Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria (FOTO: ARI/FIN)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria akhirnya masuk penjara. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Muzni, mulai Kamis (30/1). Ia merupakan tersangka kasus dugaan suap proyek pembangunan infrastruktur Jembatan Ambayan dan Masjid Agung di Solok Selatan, Sumatera Barat.

Muzni bakal mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Cabang C-1 KPK yang terletak di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, Kuningan, Jakarta. Ia ditahan setidaknya selama 20 hari ke depan hingga 18 Februari 2020.

“Penahanan dilakukan untuk 20 hari ke depan terhitung sejak tanggal 30 Januari 2020 sampai dengan 18 Februari 2020 di rutan C1 KPK,” ujar Pelaksana Tugas Juru Bicara bidang Penindakan KPK Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (30/1).

Muzni Zakaria diduga menerima suap dari pemilik grup Dempo/PT Dempo Bangun Bersama (DBD) Muhammad Yamin Kahar yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara ini. Jumlah suap yang diterimanya diduga senilai Rp460 juta dalam bentuk uang maupun barang.

Diduga pemberian uang dari Yamin Kahar kepada Muzni itu telah terealisasi terkait proyek jembatan Ambayan berjumlah Rp460 juta dalam rentang waktu April-Juni 2018.

Sejumlah Rp410 juta dalam bentuk uang dan kedua Rp50 juta diterima dalam bentuk barang. Selanjutnya pada Juni 2018, Muzni meminta agar uang diserahkan kepada pihak lain sebesar Rp25 juta diserahkan kepada Kasubag Protokol untuk THR pegawai dan Rp60 juta diserahkan kepada istri Muzni.

Komentar

Loading...