Evakuasi WNI di Wuhan, Mahfud MD Beber Sejumlah Kendala

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Rencanan evakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) di Provinsi Hubei, Tiongkok termasuk di Wuhan, nampaknya masih belum akan terealisasi. Sejumlah kendala masih terjadi, sehingga pesawat penjemput sampai saat ini belum bisa masuk ke wilayah tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan, saat ini pemerintah Tiongkok masih mengisolasi semua wilayah yang terdampak virus korona. Sehingga untuk ke luar dan masuk wilayah Hubei tidak semudah yang dibayangkan.

“China sendiri mengisolasi semua. Tidak sembarang masuk, tidak sembarang boleh keluar juga, Untuk menghindarai penularannya,” kata Mahfud di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Kamis (30/1).

Oleh karena itu, Mahfud menyebut, saat ini pemerintah Indonesia baru sebatas bisa melakukan upaya pencegahan agar WNI yang di Wuhan dan wilayah lainnya tidak tertular corona. Di samping itu, proses diplomasi untuk evakuasi terus dilakukan.

“Mau dikoordinasikan pencegahan. Kalau evakuasinya sekarang masih menuggu izin masuk dari China dan izin keluar,” jelasnya.

Sebelumnya, TNI Angkatan Udara (AU) mulai bersiap melakukan evakuasi kepada Warga Negara Indonesia (WNI) di Wuhan, Tiongkok. Hal ini menyusul maraknya virus korona atau Novel Coronavirus (2019nCoV) yang terjadi di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI Fajar Adriyanto mengatakan, keputusan evakuasi ini dihasilkan setelah rapat bersama dengan Kementerian terkait pad Senin (27/1). Total ada 2 pesawat yang disiagakan untuk mengangkut para WNI.

“Iya hasil rapat kemarin, 2 hari yang lalu kita rapat dengan Kementerian Polhukam dan Kemenkes, Kemenlu juga, kita sudah siapkan pesawat Boeing 737 dan 1 C130 Hercules,” kata Fajar saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (29/1).

Selain pesawat, TNI AU juga akan menerjunkan personel dari batalion kesehatan apabila evakuasi dilakukan. Namun, terkait jumlah personelnya masih menunggu pembagian yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan.

Setelah dipulangkan, baik itu petugas maupun warga yang dievakuasi, seluruhnya akan dibawa terlebih dahulu ke RSPI Dr Sulianti Saroso untuk dipastikan tidak terjangkit virus korona sebelum dipulangkan ke keluarga. “Oh iya (WNI juga) dikarantina. Standarnya 28 hari,” tegasnya. (jpc/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar

Comment

Loading...