IDP Ingin Baloli Meningkat Jadi Desa Wisata Digital

0 Komentar

Fajar.co.id, Luwu Utara — Setelah meresmikan Desa Baloli Kecamatan Masamba sebagai Desa Wisata di Luwu Utara melalui program PIID-PEL Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, rupanya Bupati Indah Putri Indriani masih ingin melanjutkan mimpinya untuk menjadikan Desa Baloli menjadi Desa Wisata Digital.

Hal ini ia ungkap di hadapan seluruh masyarakat Desa Baloli Kecamatan Masamba yang hadir dalam acara Peresmian Desa Baloli sebagai Desa Wisata beserta sarana dan pra sarana penunjang lainnya, seperti Baruga Serba Guna Batu Sosoan serta wahana hiburan lainnya seperti All Terrain Vehicle (ATV) dan permainan bola air.

“Kita berharap, setelah desa wisata (dewi) kita wujudkan, maka nanti akan diikuti dengan desa digital (dedi). Dari dewi menjadi dedi atau desa wisata digital,” kata Indah. Menurutnya, masih banyak PR yang menanti pengelola desa wisata dalam hal ini BUMDes Siujung Pisarring. Salah satunya, mewujudkan desa Baloli sebagai desa wisata digital.

“Tahun ini desa Baloli akan menjadi desa wisata digital pertama di Kabupaten Luwu Utara,” tegasnya.

Kenapa ia begitu yakin? Salah satu penyebabnya adalah tersedianya fasilitas berupa jaringan internet. “Semua kita memiliki HP, itu artinya di sini sinyal sangat bagus. Jadi, tidak ada alasan desa wisata Baloli ini tidak menjadi desa wisata digital.

Ia membeberkan bahwa mimpinya ini telah ia rancang setahun yang lalu bersama pihak Bank Indonesia. Dari situlah, terbersit keinginan untuk menjadikan Baloli sebagai desa wisata digital pertama di Luwu Utara. “Jadi tidak susah, nanti ada perangkat yang disiapkan, dan Bank Sulselbar sudah siap membantu kita mewujudkannya,” ungkapnya.

Masih, kata dia, program PIID PEL atau Pilot Inkubasi Inovasi Desa Pengembangan Ekonomi Lokal oleh Kemendes PDTT yang lokusnya di Desa Baloli ini adalah program yang dirancang sebagai program yang sustainable atau berkelanjutan. Tak hanya berlanjut, tapi juga berkembang, dan salah satu indikatornya adalah desa wisata digital.

“Jagan sampai selesai program PIID PEL, selesai juga semuanya. Padahal targetnya bukan menyelesaikan program, tapi ada target yang ingin dicapai, yakni perluasan lapangan kerja yang berujung pada terciptanya kesejahteraan masyarakat. Targetnya bukan apa yang kita lihat hari ini, tapi apa yang dirasakan masyarakat setelahnya,” jelas Indah.

“Saya mengapresiasi segala upaya yang telah kita lakukan. Tentu tidak mudah, tapi sekali lagi yang penting adalah bagaimana memastikan keberlanjutannya,” pungkasnya.

Hadir dalam acara ini, Sekda Lutra Armiady, para Kepala Perangkat Daerah, Forkompoimda, Camat Masamba, serta seluruh warga Desa Baloli yang sempat hadir. (rls)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...