Korban King of The King Dijanjikan Rp3 M, Diminta Membayar Rp2 Juta

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, dugaan adanya unsur penipuan King Of The King itu muncul karena para korban diminta uang mencapai Rp 2 juta dengan iming-iming hasil yang fantastis. (Dimas Nur Apriyanto/ Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA– Unsur penipuan diduga terjadi dalam kasus King of The King. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, dugaan itu muncul karena para korban diminta uang mencapai Rp 2 juta dengan iming-iming hasil yang fantastis.

“Hampir Rp 1,7 – 2 juta mereka (korban) harus membayar kepada kelompok ini dengan menjanjikan seperti apa yang sudah didapat Rp 3 miliar,” kata Yusri saat dikonfirmasi, Sabtu (31/1).

Yusri mengatakan, penyidik saat ini masih mengembangkan kasus ini. Hasil penyelidikan awal diduga keberadaan King of The King sudah menyebar cukup luas di Indonesia. Seperti di Jawa Barat, Jawa Timur, hingga Kalimantan Timur.

Oleh karena itu, Polda Metro Jaya masih berkomunikasi dengan Polda-Polda lain untuk mengungkap kasus ini. “Masyarakat yang merasa dirugikan agar segera melapor. Karena ada juga dari Karawang, ada yang di Jabar, pelakunya saat ini sedang kita lakukan pengejaran,” imbuh Yusri.

Sedangkan untuk 2 tersangka yang sudah diamankan oleh Polres Metro Tangerang saat ini masih dilakukan pemeriksaan intensif. “Kita tunggu aja hasilnya seperti apa, apakah langsung ditahan atau apa,” pungkas Yusri.

Sebelumnya, Peristiwa ini bermula saat sebuah spanduk King of The King muncul di Jalan Benteng Betawi, Kelurahan Poris Plawad, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. Isi konten spanduk tersebut mirip dengan kerajaan abal-abal yang sudah viral terlebih dahulu.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...