Pelajar Pembunuh Pelaku Begal Mulai Jalani Masa Hukuman

Sabtu, 1 Februari 2020 10:42

JALANI MASA HUKUMAN: ZA, 18, saat menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen, Malang, Jawa Timur. Ia divonis bersalah dengan menyantri di di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Darul Aitam Wajak selama satu tahun. (Dok.Radar Malang)

FAJAR.CO.ID,MALANG– Usai divonis 1 tahun nyantri di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Darul Aitam di Wajak, ZA, 17, mulai Jumat (31/1), pelajar yang membela diri dengan menghabisi pembegal, mulai menjalani ”hukuman”.

Didampingi sang ayah, Sudarto, dan kakaknya, pemuda asal Gondanglegi itu dikawal tim kuasa hukum menuju LKSA Darul Aitam.

Sebelumnya diberitakan, pada 8 September 2019, ZA ditangkap polisi karena menyerang begal yang ingin merampas sepeda motor dan handphonoe miliknya.

Begal itu juga diketahui ingin menodai VA, teman perempuannya. Kasus hukum penanganan ZA ini menjadi perhatian publik. Siswa kelas III SMAN 1 Gondanglegi yang menyiapkan ujian nasional (UN) itu didakwa jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejari Kepanjen dengan tuntutan satu tahun menjalani pembinaan di LKSA Darul Aitam, Wajak.

Kuasa Hukum ZA Bakti Riza Hidayat menuturkan, dengan dititipkannya ZA ke lembaga tersebut seluruh rangkaian proses hukum yang selama ini ramai telah mencapai klimaksnya. ”Selanjutnya ZA akan fokus pada pendidikannya. Karena sebentar lagi yang bersangkutan akan melaksanakan ujian akhir sekolah,” kata Bakti usai mengantar ZA ke Pesantren Darul Aitam di Wajak seperti dikutip Radar Malang, Sabtu (1/2).

Selain pendampingan dari aspek pendidikan, Bakti menuturkan, ZA juga akan mendapat pendampingan secara psikologis dan keagamaan. ”ZA juga akan terus dimonitor oleh Balai Pemasyarakatan (Bapas), dalam kurun waktu satu bulan ke depan ZA juga akan menjalani pendampingan mental dan psikologis,” tambah Bakti.

Komentar