Prihatin Keselamatan Berlayar Warga Terluar, Ini yang Dilakukan Kesyahbandaran Makassar

Sabtu, 1 Februari 2020 18:18

Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Makassar, Ahmad Wahid.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Keselamatan dan keamanan pelayaran merupakan salah satu atensi dari Kesyahbandaran Utama Makassar. Langkah tersebut diwujudkan dengan membantu pemenuhan dokumen kapal dan awak.

Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Makassar, Ahmad Wahid menyampaikan, sebagai perpanjangan tangan Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Kantor Kesyahbandaran Utama Makassar sangat memerhatikan keselamatan dan keamanan pelayaran. Utamanya masyarakat kepulauan terpencil dan terluar.

“Dalam rangka implementasi program kerja, kami ingin mengakomodir kebutuhan masyarakat terkait pemenuhan dokumen kapal dan awak kapal untuk kapal tradisional dan kapal perikanan,” ungkap Wahid, Sabtu, 1 Februari.

Wahid menjelaskan, pemenuhan dokumen kapal dan awak sangat penting dan diharapkan bisa berjalan simultan dengan Gerai Pemenuhan Dokumen Kapal, Awak Kapal dan Perlengkapan Alat-alat Keselamatan Kapal Tradisional dan Perikanan di Wilayah Makassar.

Sebagai bentuk komitmen, pada Kamis, 30 Januari lalu juga diadakan pertemuan dan kerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Liukang Tangaya selaku perwakilan nelayan dari masyarakat Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkajene Kepulauan.

Sebagaimana kita ketahui, Kecamatan Liukang Tangaya merupakan kepulauan di Pangkep yang terletak di sisi terluar Provinsi Sulsel dan berbatasan langsung dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat.

“Dengan melengkapi dokumen kapal dan awak maka nelayan menjadi lebih nyaman dan aman saat berlayar,” tegasnya. (abd)

Komentar