Usulkan Ganja jadi Komoditas Ekspor, PKS Tegur Keras Anggotanya

Sabtu, 1 Februari 2020 10:48

Petugas gabungan dari TNI, Polri dan BNN tengah membakar ladang ganja ilegal (BNN For Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA– Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Jazuli Juwaini menegur keras Anggota Komisi VI asal Aceh Rafly. Hal ini karena membuat pernyataan kontroversial, yakni mengusulkan agar ganja bisa jadi komoditas ekspor.

Menurut Jazuli‎, Rafly, sebagai pribadi anggota DPR yang tidak mewakili sikap PKS. Jazuli mengatakan Rafly melihat tanaman ganja sering disalahgunakan sebagai narkotika dan Aceh daerah pemilihannya sering dikaitkan dengan tanaman ini. Jadi menurutnya negara perlu tegas meregulasi untuk atasi penyalahgunaan ini.

“Jikapun ada manfaat Pak Rafly meminta negara mengkajinya dalam batasan ketat dan terbatas, apakah untuk ekspor demi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk untuk obat atau farmasi,” ujar Jazuli kepada wartawan, Sabtu (1/2).

Jazuli mengatakan Fraksi PKS menilai pernyataan pribadi Rafly itu kontroversial dan telah menimbulkan polemik yang kontraproduktif. Sehingga perlu diluruskan dan dikoreksi. Apalagi telah menimbulkan salah paham dan framing terhadap PKS.

“Karena PKS selama ini justru dikenal vocal menolak narkoba dan mendukung BNN,” katanya.

Walaupun, ada peluang tanaman ganja bisa diatur dalam regulasi yang khusus untuk bahan baku industri obat atau farmasi. Namun PKS memahami bahwa UU, khususnya UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika tegas melarang ganja dan mengategorikannya sebagai narkotika golongan 1.

“Narkotika golongan ini dilarang untuk pelayanan kesehatan, meski dalam UU 35/2009 juga terdapat pengecualian dalam jumlah terbatas. Bisa digunakan untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” ungkapnya.

Komentar