Penyelamatan Buaya Berkalung Ban, BKSDA Sulteng Panggil Tim Khusus dari Jakarta

Minggu, 2 Februari 2020 21:07

FAJAR.CO.ID, PALU– Buaya berkalung ban yang masih menyedot perhatian masyarakat dan media sosial kembali menjadi sorotan.

Rencannya, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi tengah (Sulteng) akan berusaha melepas ban motor di leher buaya besar itu.

Family Reptiler Tadulako (Farta), salah satu komunitas pencinta reptil di Kota Palu, Sulteng berharap proses evakuasi dalam menyelamatkan buaya berkaung ban itu dapat berjalan lancar. Karena, jika tidak segera dievakuasi ban tersebut dapat membahayakan nyawa buaya.

”Semoga evakuasinya bisa berjalan lancar. Harapan kita bisa bekerja sama juga dengan pihak BKSDA” ungkap pendiri Farta Sulteng Gunanta.

Menurut Gunanta, sebelumnya sudah banyak upaya yang dilakukan untuk menyelamatkan buaya tersebut namun tidak pernah berhasil. Apalagi menurutnya, peralatan yang dimiliki komunitas untuk mengevakuasi buaya ini juga tidak memadai.

Tidak hanya itu, sifat asli buaya yang disebutnya pemalu, menjadi masalah utama dalam mengevakuasi buaya tersebut, karena sangat sulit untuk didekati.

“Buaya itu pemalu. itu yang jadi masalah utamanya. jadi sangat sulit buat didekati. sudah banyak upaya yang kita coba dulu bersama timnya Panji dan dibantu juga dgn BKSDA, tapi masih belum ada hasil. apalagi kalau cuma saya dan teman,” jelasnya

Jika evakuasi mengeluarkan ban bekas motor dari badan buaya tersebut berhasil, mereka menyarankan agar hewan reptil ini dilepas kembali di Sungai Palu. “Karena habitatnya memang di sini” harapnya

Komentar