Rapat Kerja MUI Sulsel Bahas Respons Terhadap Pengrusakan Rumah Ibadah

Minggu, 2 Februari 2020 10:55

Suasana Raker MUI Sulsel. (IST)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Upaya mengevaluasi pencapaian organisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Selatan terus di lakukan. Evaluasi ini di gelar dalam bentuk Rapat Kerja. Agenda utama Rapat Kerja adalah mengevaluasi program 2019, membahas rencana program 2020 serta rencana Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Kabupaten Wajo.

Dalam sambutan pembukaannya, Sekretaris Umum MUI Sulsel, AGH Prof Dr HM Ghalib, menekankan perlunya terus menggerakkan roda organisasi agar betul-betul dirasakan manfaatnya untuk umat. MUI Sulsel harus lebih banyak berperan dalam pembinaan umat.

“Ke depan, sinergi dengan pemerintah daerah perlu lebih baik. MUI Sulsel harus konsisten di jalan washatiyah. MUI senantiasa hadir dan memberi solusi di tengah-tengah masyarakat,” ungkap Ghalib, Sabtu, 1 Februari di Swiss Bellin Hotel Panakkukang, Makassar.

Sementara dalam pengarahan persentase bidang dan komisi, Prof Dr Arfin Hamid, yang bertindak sebagai Ketua Steering Commitee (SC) acara mengatakan, rapat kerja tersebut berisi realisasi program masing-masing bidang dan komisi. Bersifat evaluatif dan prospektif.

Termasuk juga sikap MUI Sulsel terhadap isu-isu krusial, seperti peristiwa pengrusakan rumah ibadah di Minahasa Utara.

“MUI akan membuat sikap resmi merespons terhadap berbagai peristiwa yang berdampak pada umat,” paparnya.

Penyampaian laporan dari masing-masing bidang dan komisi diwarnai diskusi yang menarik. Terutama terkait isu-isu yang menyorot perhatian besar umat Islam.

Komentar